Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat
Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat. Foto: unusumbar.ac.id
Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (UNU Sumbar) didirikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) berdasarkan Surat Keputusan PB NU Nomor 177/A.II.04d/08/2017 tentang Pengesahan Struktur Badan Penyelenggara Pengelola Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Sumatera Barat. Dan UNU Sumbar merupakan bagian dari jaringan Universitas Nahdlatul Ulama yang tersebar di seluruh Indonesia, di bawah naungan Badan Hukum Perkumpulan Nahdalatul Ulama (NU).
Awal mula berdirinya UNU Sumbar dapat ditarik mun-dur pada tahun 2012, ketika bidang pendidikan PWNU dan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama mulai merintis pendiriannya. Dan pada pertengahan September 2016, UNU Sumbar memulai perkuliahan perdana dengan 75 mahasiswa di lokasi kampus Jalan Bandar Purus No 71 Kota Padang. Saat ini, UNU Sumbar memiliki 5 fakultas dengan 10 program studi: Fakultas Ilmu Agama Islam dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Studi Hukum Keluarga Islam. Selain itu ada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi. Berikutnya ada Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Informatika. Lalu ada Fakultas Keperawatan dan Kebidanan dengan Program Studi Keperawatan, Program Studi Kebidanan, selanjutnya ada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Program Studi Ilmu Politik dan Program Studi Sosiologi.
UNU Sumbar terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan perguruan tinggi di Sumatera Barat, dengan letaknya yang strategis di pusat Kota Padang dan mendapat bimbingan dari Universitas Negeri Padang. Adapun visi UNU Sumbar yaitu menjadi Universitas Islam yang unggul, bermutu, dan Islami dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan misi UNU Sumbar yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan Islami, melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat, mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan Islami, dan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau