Sekolah Raja (Kweekschool Fort de Kock), Sekarang Bernama SMA Negeri 2 Bukittinggi
Sekolah Raja (Kweekschool Fort de Kock). Foto: Suryadi – Leiden, Belanda / harian Singgalang, Minggu 16 April 2017Sumber foto: [Nawawi St. Makmoer dan T. Kramer], Gedenkboek Kweekschool Fort de Kock / Kitab Peringatan Sekolah-Radja Boekit-Tinggi, 1873-1908. Arnhem: G. J. Thieme, 1908: 16).
Sekolah Raja, atau yang lebih dikenal dengan Kweekschool Fort de Kock, merupakan sebuah sekolah guru yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 1 Maret 1873. Sekolah ini didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan guru-guru yang cakap dalam mengajar di sekolah-sekolah rakyat pribumi.
Sekolah Raja/Kweekschool Fort de Kock memainkan peran penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Sekolah ini telah melahirkan banyak guru-guru yang berjasa dalam mencerdaskan bangsa Indonesia. Adapun alumni ternama dari Sekolah Raja/Kweekschool Fort de Kock antara lain: A.H. Nasution (Jenderal TNI dan sejarawan), Tan Malaka (Pahlawan Nasional dan aktivis pergerakan kemerdekaan), Sutan Sjahrir (Perdana Menteri pertama Indonesia), Mohammad Hatta (Wakil Presiden pertama Indonesia). Adapun lokasi bangunan Sekolah Raja/Kweekschool Fort de Kock saat ini masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai SMA Negeri 2 Bukittinggi. Sekolah ini terletak di Jalan Sudirman No. 48, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau