Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

 

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Foto: umsb.ac.id       

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Sumatera Barat yang memiliki sejarah panjang dan penuh perjuangan. Awal mula, 18 November 1955, didirikan Fakultas Falsafah dan Hukum di Padang Panjang, menandai berdirinya Universitas Muhammadiyah di Indonesia. Selanjutnya berdiri Akademi Kulliyatul Mubalighin di Padang Panjang pada 1 September 1964.

      Dalam perkembangannya, Akademi Kulliyatul Mubalighin diubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Padang Panjang pada tahun 1974. Selanjutnya didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di Bukittinggi tahun 1980. Lalu didirikan pula Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKES) di Padang tahun 1981. Dan pada 13 Maret 1985, UMSB resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0125/O/1985, dengan menggabungkan STAI Padang Panjang, STIE Bukittinggi, dan STIKES Padang.

     UMSB terus berkembang dengan membuka berbagai fakultas dan program studi baru, seperti Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Psikologi, dan Program Pascasarjana. Dan UMSB telah mendapatkan berbagai akreditasi nasional dan internasional untuk program studinya. Dan UMSB aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, UMSB menjadi salah satu universitas swasta ternama di Sumatera Barat dengan lebih dari 10.000 mahasiswa dan 1.000 dosen. UMSB berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter Islami.

     Adapun tokoh-tokoh penting di UMSM yaitu Dr. H. Ali Akbar (Rektor Pertama UMSB), Drs. Danuhusodo (Dekan Pertama Fakultas Falsafah dan Hukum), Mr. Ezidin (Rektor Kedua UMSB), dan Dr. Riki Saputra, M.A. (Rektor UMSB saat ini). Dan pencapaian yang telah diraih oleh UMSB yaitu telah mendapatkan berbagai penghargaan dan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. UMSB aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat dan terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanannya.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url