Kejayaan Percetakan di Payakumbuh Zaman Dulu

 

Bekas Gedung Percetakan Limbago. Foto: Feni Efendi

 

     Dulu ada Percetakan Limbago yang sekarang di lokasi itu sudah men-jadi Toko Perabot Mawar. Di belakang toko ini, jalan masuk ke Nunang, dulu ada studio foto Nang Dewi, yang berdekatan dengan Pondok Bakso Borobudur. Lokasi ini di seberang Kantor Pemadaman Kebakaran.

     Ada tiga percetakan besar di Payakumbuh saat itu. Percetakan Lim-bago, Hizra, dan Eleonora. Sedangkan percetakan Eleonora saat itu ber-ada di samping Masjid Muslimin Labuh Baru dan di samping Masjid Ansarullah Muhammadiyah. Adapun percetakan Hizra berada di pasar Payakumbuh. Pada masa dulu, deretan Hizra sampai ke pasar buah dise-but juga dengan pasar los yaitu Los Purnama dan Los Terang Bulan. Di sana ada yang menjual kain, buah, pecah belah, ikan, dll.

     Begitulah percetakan di Payakumbuh pada masa dulu. Percetakan Limbago dan Eleonora ini sudah ada sejak zaman Hindia Belanda yaitu sekitar tahun 1920-an. Sari Zulhijjah mengingat bahwa dulu di posisi Toko Perabot Mawar ada yang menjual tahu sumedang tahun 1998 atau di posisi Kue Sholim sekarang. Saat itu sudah kelas 2 SMK N 1 dan sering mengumpulkan uang jajan untuk beli Tahu Semedang, Bakso Trisno, atau Bakso Borobudur, katanya.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url