RENDANG JENGKOL

  

Rendang Jengkol. Foto: cnnindonesia.com

 

Rendang jengkol merupakan masakan khas Minangkabau yang memadukan nikmatnya bumbu rendang dengan jengkol. Namun, jengkol yang dimasak menjadi rendang membuat jengkol menjadi lebih empuk dan baunya berkurang. Bumbu rendang yang gurih dan kaya rempah pun menambah cita rasa dari rendang jengkol ini. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rendang jengkol yaitu pilih jengkol yang tua agar tidak alot. Buang bagian hitam pada jengkol untuk mengurangi baunya. Rebus jengkol terlebih dahulu sampai empuk sebelum dimasak dengan bumbu rendang. Masak rendang jengkol dengan api kecil dan santan kental supaya bumbunya meresap dan minyaknya keluar.

     Adapun cara membuat rendang jengkol yang lezat dan menggugah selera yaitu dengan menyiapkan bahan-bahan seperti 500 gram jengkol (cuci bersih dan belah dua), 300 ml santan kental, 200 ml santan cair, 5 siung bawang merah (haluskan), 3 siung bawang putih (haluskan), 5 cabai merah besar (haluskan), 2 cabai rawit (haluskan - opsional), 2 cm lengkuas (haluskan), 3 cm jahe (haluskan), 1 ruas serai (memarkan), 2 lembar daun salam, 3 lembar daun jeruk, 1 batang serai (geprek), 1 sdm ketumbar (sangrai dan haluskan), 1/2 sdt jintan (sangrai dan haluskan), 1/2 sdt pala (sangrai dan haluskan), garam secukupnya, dan minyak goreng secukupnya.

     Langkah-langkah membuatnya yaitu rebus jengkol dengan air dan garam secukupnya hingga empuk. Tiriskan dan kupas kulitnya. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, serai geprek, daun salam, dan daun jeruk hingga harum. Masukkan jengkol rebus ke dalam tumisan bumbu, aduk rata. Tuang santan kental dan santan cair, aduk rata. Masak dengan api kecil hingga santan menyusut dan mengental. Tambahkan garam, gula, ketumbar sangrai, jintan sangrai, dan pala sangrai. Aduk rata dan masak kembali hingga rendang jengkol matang dan berminyak. Cicipi rendang jengkol dan koreksi rasa sesuai selera. Rendang jengkol siap disajikan dengan nasi putih hangat dan lauk lainnya.

     Untuk menghilangkan bau jengkol, rendam jengkol dengan air kapur sirih selama 15 menit sebelum direbus. Anda dapat menambahkan cabai hijau iris sesuai selera untuk menambah rasa pedas. Jika ingin rendang jengkol lebih awet, masak dengan api kecil dan aduk terus menerus agar santan tidak pecah. Rendang jengkol akan semakin lezat jika dimasak lama. Dan anda dapat menambahkan daging sapi atau ayam ke dalam rendang jengkol atau anda juga dapat menambahkan kentang atau telur rebus ke dalam rendang jengkol. Untuk rasa yang lebih pedas, Anda dapat menambahkan cabai rawit utuh ke dalam rendang jengkol saat memasak.

     Rendang jengkol juga memiliki potensi ekonomi yang besar dan beberapa alasan mengapa rendang jengkol memiliki potensi ekonomi yang besar yaitu rendang dan jengkol adalah dua hidangan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Perpaduan keduanya diperkirakan akan menarik minat konsumen yang lebih luas lagi. Jengkol adalah bahan makanan yang relatif murah dan mudah diperoleh. Hal ini membuat rendang jengkol menjadi hidangan yang terjangkau bagi banyak orang. Dan pengolahan rendang jengkol dapat menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

     Adapun beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan dari rendang jengkol yaitu rendang jengkol dapat disajikan sebagai menu utama di rumah makan atau restoran. Rendang jengkol dapat dijual secara online melalui platform e-commerce atau media sosial. Dan rendang jengkol dapat dipesan untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan, ulang tahun, atau pertemuan. Serta rendang jengkol instan dapat dibuat dan dijual dalam kemasan siap saji.

     Agar rendang jengkol dapat mencapai potensi ekonominya, diperlukan beberapa upaya, seperti: kualitas rendang jengkol perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar rasa dan keamanan pangan. Rendang jengkol perlu dipromosikan secara luas agar dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Perlu dilakukan inovasi dalam pengolahan dan penyajian rendang jengkol agar lebih menarik bagi konsumen. Pelaku usaha perlu dibantu dalam mengembangkan usahanya, seperti dalam hal pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url