RENDANG LOKAN

  

Rendang Lokan. Foto: osc.medcom.id

 

Rendang lokan merupakan makanan khas masyarakat di Kanagarian Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dan ini bisa menjadi salah satu varian rendang di Kota Payakumbuh untuk dikembangkan. Adapun istilah "lokan" sendiri sebenarnya merujuk pada kerang besar yang bisa dimakan dan hidup di lumpur tepi laut.  Jadi, rendang lokan ini pada dasarnya adalah rendang yang dibuat dengan bahan utama kerang, bukan daging sapi seperti rendang pada umumnya.

     Rendang lokan ini terkenal dengan cita rasanya yang unik.  Selain gurih dari rempah dan pedas dari cabai, rendang lokan juga memiliki rasa manis alami dari si lokan itu sendiri.  Bumbu rendang yang kuat juga mampu menghilangkan bau amis dari lokan. Rendang lokan ini biasanya dijual dalam keadaan sudah tidak ada cangkangnya.  Hal ini memudahkan pembeli untuk menikmati kuliner yang satu ini.

     Adapun cara membuat rendang lokan yaitu dengan menyiapkan bahan-bahan seperti 500 gram kerang lokan, air jeruk nipis, santan kental (bisa dari 1-2 butir kelapa), 2 batang serai (geprek), 3 lembar daun jeruk purut, 3 lembar daun salam, 2 ruas lengkuas (geprek), 2 bunga lawang, 1 lembar daun kunyit (optional), dan garam secukupnya. Sedangkan bumbu yang dihaluskan yaitu: 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 2 ruas jari jahe, 2 ruas kunyit, 2 ruas jari lengkuas, 1 sdm ketumbar, 1 ½ - 2 buah pala, 2 kayu manis.

     Cara membuat rendang lokan yaitu buang bagian kotoran pada lokan dan cuci bersih di bawah air mengalir. Rebus lokan dalam air mendidih hingga cangkangnya terbuka. Angkat dan buang air rebusan. Pisahkan daging lokan dari cangkangnya, buang bagian yang tidak bisa dimakan, lalu cuci kembali daging lokan. Lumuri daging lokan dengan air jeruk nipis.

     Haluskan semua bahan untuk bumbu halus kecuali kayu manis dan bunga lawang. Panaskan minyak goreng, kemudian tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai, daun salam, daun jeruk purut, lengkuas geprek, kayu manis, dan bunga lawang ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata. Tuang santan kental ke dalam wajan. Aduk rata dan biarkan mendidih. Setelah mendidih, masukkan daging lokan. Aduk kembali. Masak rendang lokan dengan api kecil sambil terus diaduk sesekali hingga santan menyusut dan mengental. Bumbu akan meresap ke dalam daging lokan dan rendang menjadi kering. Setelah matang, angkat rendang lokan dan sajikan dengan nasi hangat.

     Rendang lokan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain rendang lokan digemari banyak orang karena kelezatannya dan kandungan proteinnya yang tinggi. Permintaan rendang lokan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Lokan, bahan baku utama rendang lokan, mudah ditemukan di pesisir pantai Sumatera Barat. Dan budidaya lokan pun mulai berkembang, sehingga pasokan bahan baku semakin terjamin. Rendang lokan memiliki harga jual yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp90.000 per kilogram. Hal ini membuat rendang lokan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat, terutama bagi para pengusaha kuliner dan nelayan lokan.

     Adapun peluang pengembangan usaha yaitu rendang lokan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti abon, dendeng, dan keripik. Hal ini membuka peluang usaha baru bagi para pelaku UMKM. Rendang lokan juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Sumatera Barat yang menarik bagi wisatawan. Adapun pemerintah daerah dan pusat memberikan dukungan untuk pengembangan rendang lokan, seperti pelatihan, bantuan modal, dan promosi.

     Budidaya lokan dapat menjadi daya tarik wisata baru di Sumatera Barat dan wisatawan dapat melihat proses budidaya lokan dan mencicipi rendang lokan segar. Salah satu tantangan dalam pengembangan rendang lokan adalah ketersediaan bahan baku yang masih fluktuatif. Selain itu, minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan rendang lokan yang berkualitas juga menjadi kendala. Adapun upaya mengatasi tantangan yaitu perlu dilakukan pemetaan potensi lokan di pesisir pantai Sumatera Barat. Perlu diadakan pelatihan bagi masyarakat tentang budidaya dan pengolahan lokan yang baik. Perlu dilakukan promosi rendang lokan secara lebih gencar, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan mengatasi berbagai tantangan tersebut, rendang lokan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah di Sumatera Barat.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url