Demam Micheal Jackson di Payakumbuh

Foto: kapanlagi.com

       Di balik ketenanganya, kota ini menyimpan kenangan manis akan demam musik yang melanda dunia pada era 80-an, terutama pesona sang Raja Pop, Michael Jackson. Era tersebut, dengan segala warna dan energinya, tidak hanya mengubah lanskap musik global, tetapi juga meninggalkan jejak yang tak terlupakan di hati para pemuda Payakumbuh.

     Di masa itu, radio menjadi jendela utama menuju dunia luar. Setiap sore, gelombang udara dipenuhi dengan melodi ikonik "Billie Jean," "Beat It," atau "Thriller." Suara khas Michael Jackson, dengan vokal yang penuh emosi dan rentang nada yang luas, mampu menyihir pendengar dari berbagai kalangan. Tidak hanya itu, gaya tari Moonwalk yang revolusioner, dengan gerakan yang seolah menentang gravitasi, menjadi obsesi para pemuda Payakumbuh. Mereka berlatih di halaman rumah, di lapangan sekolah, bahkan di jalanan, mencoba meniru gerakan sang idola.

     Fenomena ini tidak hanya terbatas pada lagu-lagu Michael Jackson. Era 80-an juga diramaikan oleh kehadiran musisi-musisi berbakat lainnya, termasuk para rapper yang membawa warna baru dalam dunia musik. Gaya rap yang khas, dengan lirik yang penuh makna dan ritme yang menggugah, juga turut memengaruhi selera musik di Payakumbuh. Bahkan, tak jarang kita temukan pemuda Payakumbuh yang mencoba meng-gabungkan gaya rap dengan unsur musik Minangkabau, menciptakan perpaduan unik antara budaya lokal dan pengaruh global.

     Demam Michael Jackson dan musik rap di Payakumbuh bukan hanya sekadar tren sesaat. Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari identitas generasi muda pada masa itu. Musik menjadi bahasa universal yang menghubungkan mereka dengan dunia luar, sekaligus menjadi sarana ekspresi diri. Bagi mereka, Michael Jackson bukan hanya seorang penyanyi, tetapi juga simbol kebebasan, kreativitas, dan keberanian untuk bermimpi besar.

     Kenangan akan demam musik 80-an di Payakumbuh mungkin telah memudar seiring berjalannya waktu. Namun, jejaknya tetap terasa dalam ingatan para pelakunya. Lagu-lagu Michael Jackson dan gaya rap yang khas telah menjadi bagian dari memori kolektif kota ini, mengingatkan kita akan kekuatan musik untuk menyatukan, menginspirasi, dan mengubah hidup. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi, kenangan ini menjadi pengingat akan masa lalu yang penuh warna, di mana musik menjadi jendela menuju dunia dan simbol harapan bagi generasi muda Payakumbuh.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url