EKS. GEDUNG DINIYAH PUTRI PAYAKUMBUH
Eks. Gedung Diniyah Putri. Foto: Salman Kandis
Apotek Bhakti Medica Farma, yang kini berdiri kokoh melayani kebutuhan kesehatan masyarakat, menyimpan lembaran sejarah yang tak ternilai. Di balik etalase obat dan ramah sapa apoteker, ter-sembunyi kisah tentang dedikasi seorang perempuan dan semangat pendidikan di awal abad ke-20. Bangunan yang kini menjadi apotek tersebut, dulunya adalah Sekolah Diniyah Putri, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Rahib, saudara laki-laki dari Latifah, pada tahun 1932.
Kisah ini bermula dari Latifah, seorang perempuan terdidik yang menimba ilmu di Diniyah Putri Padang Panjang, sebuah lembaga pendidikan perempuan terkemuka pada masanya. Pendidikan yang ia peroleh tidak hanya memberinya pengetahuan, tetapi juga me-numbuhkan semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Latifah kembali ke Pajacombo (Paya-kumbuh) dengan tekad untuk mencerdaskan kaum perempuan.
Rahib, sang saudara, melihat potensi dan semangat Latifah. Ia pun mendirikan sebuah sekolah khusus untuk perempuan, yang kemu-dian dikenal sebagai Sekolah Diniyah Putri. Di sekolah inilah, Latifah mencurahkan seluruh pengetahuannya, mendidik dan membimbing anak-anak perempuan Pajacombo. Ia menanamkan nilai-nilai agama, pengetahuan umum, dan keterampilan hidup, mempersiapkan me-reka untuk menjadi perempuan yang mandiri dan berakhlak mulia.
Sekolah Diniyah Putri yang didirikan oleh Rahib dan dikelola oleh Latifah menjadi saksi bisu perjuangan pendidikan perempuan di masa itu. Di tengah keterbatasan dan tantangan, sekolah ini berhasil melahirkan generasi perempuan yang cerdas dan berdaya. Semangat pendidikan yang ditanamkan oleh Latifah dan Rahib telah mem-berikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan masyarakat Pajacombo. Dan seiring berjalannya waktu, fungsi bangunan ini me-ngalami perubahan. Sekolah Diniyah Putri bertransformasi menjadi Apotek Bhakti Medica Farma. Namun, jejak sejarahnya tidak hilang begitu saja. Semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat yang diwariskan oleh Latifah dan Rahib tetap hidup dalam setiap pelayanan yang diberikan oleh apotek ini.
Apotek Bhakti Medica Farma bukan sekadar tempat untuk mem-beli obat. Ia adalah simbol dari perjalanan panjang pendidikan dan pengabdian di Pajacombo. Bangunan ini menyimpan kisah ten-tang seorang perempuan yang berani bermimpi dan seorang saudara yang mendukungnya. Kisah tentang semangat pendidikan yang tidak pernah padam, dan tentang transformasi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap ba-ngunan memiliki cerita, dan setiap cerita memiliki nilai sejarah. Apotek Bhakti Medica Farma adalah bukti nyata bahwa masa lalu dan masa kini dapat saling terkait, dan bahwa semangat pengabdian dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau