Kedai Tuak yang juga Mulai Menghilang
|
Minum Tuak. Foto: pekanbarupos.co |
Di kedai-kedai itu, orang-orang yang sudah teler akan tertidur di bangku-bangku kedai. Ada yang bernyanyi bermain gitar. Ada juga yang duduk berkelompok sambil menikmati kerupuk lado dengan ob-rolan-obrolan ringan yang santai. Terkadang mereka terlihat seakan-seakan seperti sedang menikmati sunset di Pantai Kuta.
Di kedai itu, sesekali datang anak-anak usia SMP atau SMA membeli beberapa liter tuak yang disimpan di dalam bekas botol kecap. Terkadang mereka meminumnya beramai-ramai di acara baralek. Menonton orgen tunggal dan bergoyang di sana. Dan tidak jarang acara di malam itu berakhir dengan tawuran. Namun sekarang kedai-kedai sudah ban-yak yang tutup dan anak-anak muda pun semakin terlepas dari godaan yang merusak masa depannya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau