MASJID RAYA PAYAKUMBUH
Desain Masjid Raya Kota Payakumbuh.
Gambar dibuat menggunakan Bing Creator Image
Umumnya di setiap kota memiliki masjid agung atau juga masjid raya. Dan masjid raya secara harfiah diterjemahkan menjadi masjid besar yang biasanya diperuntukan sebagai masjid utama di tingkat provinsi. Masjid raya juga bisa difungsikan sebagai Islamic center atau pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam dan menjadi landmark sebuah kota.
Biasanya karakteristik umum Masjid Raya lokasinya terletak di ibu kota provinsi dan statusnya ditetapkan oleh Gubernur atas rekomendasi dari kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi. Selain itu juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan tingkat provinsi, seperti penyelenggaraan salat Jumat, ceramah agama, dan acara keagamaan lainnya. Dan lain daripada itu, ukuran lebih besar dari masjid-masjid pada umumnya dengan desain arsitektur yang indah dan megah, mencerminkan budaya dan tradisi setempat.
Beberapa contoh masjid raya yang terkenal di Indonesia seperti Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh sebagai masjid ikonik yang selamat dari bencana tsunami Aceh 2004. Selanjutnya ada Masjid Raya Al Jabbar di Bandung sebagai masjid terbesar di Jawa Barat dengan desain modern dan futuristik. Juga ada Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo sebagai masjid megah yang menjadi landmark Kota Solo. Ada juga Masjid Raya Sultan Suriansyah di Banjarmasin sebagai masjid bersejarah yang dibangun pada abad ke-17.
Secara keseluruhan, masjid raya merupakan simbol penting bagi umat Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Di sini ada beberapa nama-nama masjid tertua yang perlu kita catat seperti Masjid Nabawi di Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M. Masjid ini dianggap sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam. Selanjutnya ada Masjidil Haram di Mekkah yang bangunannya permanen pertama kali didirikan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS. Renovasi besar-besaran pada abad ke-20 dan Masjidil Haram tetap menjadi tujuan utama ibadah haji.
Selanjutnya Masjid Agung Damaskus (Umayyah) yang dibangun pada abad ke-8 M oleh Dinasti Umayyah. Masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid raya tertua di dunia yang masih berdiri kokoh hingga kini. Arsitekturnya yang megah dan inovatif menjadi inspirasi bagi pembangunan masjid-masjid besar lainnya di dunia Islam. Ada juga Masjid Agung Kairouan (Tunisia) yang dibangun pada abad ke-7 M oleh Uqbah bin Nafi. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Afrika Utara dan dianggap sebagai masjid raya pertama di kawasan tersebut.
Ada juga Masjid Agung Cordoba (Spanyol) yang dibangun pada abad ke-8 M oleh Dinasti Umayyah. Masjid ini menjadi pusat pembelajaran dan peradaban Islam yang penting di Eropa selama berabad-abad. Arsitekturnya yang megah dan inovatif menjadi inspirasi bagi perkembangan arsitektur Islam di benua tersebut.
Konsep "masjid raya" mungkin berbeda-beda tergantung pada wilayah dan periode sejarah. Beberapa masjid mungkin disebut sebagai "masjid agung" atau "masjid jami'" yang memiliki fungsi serupa sebagai pusat kegiatan keagamaan dan masyarakat. Adapun sejarah berdirinya masjid raya pertama kali di Indonesia masih menjadi perdebatan para ahli sejarah. Ada yang mengatakan bahwa masjid pertama di Indonesia adalah Masjid Saka Tunggal di Banyumas, Jawa Tengah, yang didirikan pada tahun 1288 M. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa masjid pertama di Indonesia adalah Masjid Agung Demak, yang didirikan pada tahun 1475 M.
Masjid Saka Tunggal Banyumas didirikan oleh Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak. Masjid Agung Demak adalah masjid yang lebih besar dan lebih megah daripada Masjid Saka Tunggal. Masjid ini terbuat dari bata merah dengan atap tumpang tiga. Masjid Agung Demak juga merupakan salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Dan terlepas dari mana masjid pertama di Indonesia, keberadaan masjid-masjid tersebut menunjukkan bahwa Islam telah masuk ke Indonesia sejak lama. Masjid-masjid tersebut juga merupakan bukti bahwa Islam telah berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia.
Adapun Kota Payakumbuh yang menjadi kota terluas ketiga di Sumatera Barat dan jumlah penduduk terbesar kedua di Sumatera Barat maka sudah sepatutnya mendirikan sebuah Masjid Raya yang dapat menarik para pengendara yang melewati Kota Payakumbuh untuk singgah. Sehingga dengan begitu akan memberikan dampak positif terhadap gairah keagamaan di Kota Payakumbuh dan juga dampak positif terhadap ekonomi. Dana pembangunannya bisa berasal dari berbagai sumber seperti APBD Kota Payakumbuh, donasi dari masyarakat dan para donatur, ataupun dari para perantau. Dan perencaaan masjid ray aini dapat menampung menampung 50.000 jamaah dengan fasilitas masjid selain ruang salat utama, masjid juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya, seperti: ruang wudhu, toilet, perpustakaan, aula, tempat parkir.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau