Eks. Rumah Lamid Sutan Madjolelo
Perabot Yakin eks. pos datasemen Belanda. Foto: Feni Efendi
Toko Perabot Yakin, yang kini ramai dengan aktivitas jual beli perabotan rumah tangga, dulunya adalah rumah kediaman Lamid St. Madjolelo, seorang tokoh penggerak kemerdekaan yang memiliki peran penting dalam sejarah kota ini. Lebih dari sekadar tempat tinggal, bangunan ini menjadi saksi bisu agresi militer II Belanda pada tahun 1949, bahkan sempat dijadikan pos pertahanan oleh tentara kolonial.
Lamid St. Madjolelo bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah salah satu penggerak kemerdekaan di Payakumbuh, seorang nasionalis yang berani dan visioner. Bersama tokoh-tokoh lain seperti Zainoeddin Hamidij, Roesli A. Wahid, Rahib, dan H. Abd. Hamid Saady, ia turut andil dalam mendirikan Training College pada 3 Februari 1935. Lembaga pendidikan ini menjadi wadah bagi para pemuda Payakumbuh untuk menimba ilmu dan menumbuhkan semangat nasionalisme, sebuah langkah strategis dalam memper-siapkan kemerdekaan Indonesia.
Rumah Lamid St. Madjolelo, yang kini dikenal sebagai Toko Perabot Yakin, menjadi tempat berkumpulnya para pejuang dan tempat merancang strategi perlawanan. Namun, ketika agresi militer II Belanda pecah, bangunan ini beralih fungsi menjadi pos pertahanan tentara kolonial. Ironisnya, rumah seorang pejuang kemerdekaan justru digunakan oleh musuh untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Adapun Serangan Umum 28 Februari 1949 menjadi momen bersejarah bagi bangunan ini. Seperti halnya Bivak, gedung Toko Perabot Yakin ini dulunya menjadi sasaran gempuran tentara Republik. Para pejuang dengan gigih menyerang pos pertahanan Belanda, berusaha merebut kembali setiap jengkal tanah air. Pertempuran sengit terjadi di sekitar bangunan ini, meninggalkan bekas-bekas perjuangan yang tak terlupakan.
Hingga kini, bangunan Toko Perabot Yakin masih berdiri kokoh, mempertahankan arsitektur aslinya. Dinding-dindingnya yang mungkin telah berlubang akibat peluru, lantai-lantainya yang mungkin telah ternoda oleh darah para pejuang, semuanya menjadi saksi bisu perjuangan bangsa. Setiap sudut bangunan ini menyimpan cerita tentang keberanian, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah para pahlawan.
Toko Perabot Yakin bukan sekadar tempat berdagang. Ia adalah monumen hidup yang mengingatkan kita akan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Keberadaannya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Melalui bangunan ini, kita dapat merenungkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas perdagangan, Toko Perabot Yakin tetap menyimpan aura perjuangan. Ia menjadi simbol bahwa di balik setiap benda, setiap bangunan, dan setiap aktivitas, tersembunyi jejak sejarah yang patut kita kenang dan lestarikan. Semoga kisah perjuangan di Toko Perabot Yakin dapat terus menginspirasi generasi penerus untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau