Mahad Islami (1930) Koto Nan Ompek
Pendirian sekolah ini dipelopori oleh Angku Hamzah Malin Mudo dan Angku Mudo Muhammad. Dua tokoh dari Nagari Koto Nan Em-pat ini menggerakkan masyarakat untuk membangun sekolah agar anak-kemenakan di nagari dapat mengeyam sekolah agama. Karena pada masa itu sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda masih bersifat sekuler (Hikmat Israr, 2010).
Foto: Feni Efendi
Mahad Islamy ini mulanya bernama Diniyah School Koto Nan Empat yang didirikan pada 21 Januari 1930. Gurunya pertamanya ada-lah H. Sulaiman Haitami dari Pariaman dan Djohar Arifin yang baru saja tamat Sumatera Tawalib Padang Panjang.
Setelah Buya Buya Zainuddin Hamidy pulang menuntut ilmu di Mekah tahun 1932 maka sekolah ini diganti namanya menjadi Mahad Islami. Di sekolah ini pada 13 Februari 1941, angin kencang melanda Pajacombo. Dan bangunan Mahad Islami ini roboh. Dan setelah itu, sekolah ini dibangun kembali secara bergotoroyog oleh masyarakat Koto Nan Empat.
Pada masa Jepang, sekolah ini dijadikan oleh markas oleh tentara Jepang. Dan setelah agresi militer kedua Belanda di tahun 1950, ge-dung sekolah ini dijadikan tempat rapat pertama kalinya pem-bentukan Kotamadya Payakumbuh pada bulan Maret 1950 dan rapat kedua di SMP Muhammadiyah Bunian. Meski semua itu baru menuai buahnya pada 17 Desember 1970 dengan diresmikannya Payakumbuh sebagai Kotamadya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau