TAMAN NORMALISASI BATANG AGAM

 

 

Taman Normalisasi Batang Agam. Foto: parintang-rintang.wordpress.com

 

Taman Normalisasi Batang Agam merupakan taman rekreasi air yang di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Taman ini diresmikan pada tahun 2022 dan menjadi salah satu destinasi wisata baru di kota tersebut. Dan Taman Normalisasi Batang Agam dibangun di sepanjang aliran Sungai Batang Agam. Dulunya, sungai ini sering dilanda banjir. Dengan adanya taman ini, diharapkan dapat membantu menampung air saat musim hujan dan mencegah terjadinya banjir.

     Selain itu, Taman Normalisasi Batang Agam juga menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Di taman ini, terdapat berbagai fasilitas, seperti: taman bermain untuk anak-anak, area jogging dan bersepeda, gazebo untuk bersantai, tempat duduk di sekitar taman, warung makan dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Taman Normalisasi Batang Agam buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga 10 malam dan tiket masuk ke taman ini gratis.

     Taman Normalisasi Batang Agam (TNB) memiliki potensi ekonomi yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dan beberapa ide untuk meningkatkan potensi ekonomi di antaranya dengan mengembangkan pariwisata. Di mana TNB dapat menjadi daya tarik wisata baru di Kota Payakumbuh dengan menawarkan berbagai kegiatan seperti piknik, jogging, bersepeda, dan fotografi. Selain itu, infrastruktur wisata dapat dikembangkan, seperti pembangunan gazebo, toilet, dan tempat sampah serta acara wisata dapat diadakan secara berkala, seperti festival kuliner, pertunjukan seni, dan lomba olahraga.

     Selanjutnya dengan mendirikan UMKM, di mana UMKM dapat didirikan di sekitar TNB untuk menjual makanan, minuman, souvenir, dan produk lokal lainnya. Selain itu, pelatihan dan pendampingan dapat diberikan kepada masyarakat setempat untuk membantu mereka memulai dan mengembangkan usaha mereka. Pasar tradisional dapat diadakan secara berkala untuk memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka.

     Berikutnya dengan meningkatkan agrowisata, di mana TNB dapat digunakan untuk mengembangkan agrowisata dengan menanam berbagai tanaman dan buah-buahan. Pengunjung dapat diajak untuk belajar tentang pertanian dan memanen hasil panen sendiri dan produk agrowisata dapat dijual kepada pengunjung atau diolah menjadi produk lain seperti jus, sirup, dan keripik.

     Langkah selanjutnya dengan mengembangkan edukasi lingkungan, di mana TNB dapat menjadi tempat edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat dan pengunjung. Program edukasi dapat diadakan untuk mengajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bagaimana cara melakukannya dan TNB dapat digunakan sebagai contoh bagaimana mengelola air hujan dengan baik. Berikutnya dengan menjalin kerjasama dengan pihak swasta. Kerjasama dengan pihak swasta dapat dilakukan untuk mengembangkan berbagai fasilitas dan kegiatan di TNB. Investor dapat diajak untuk membangun hotel, restoran, dan tempat wisata lainnya dan sponsor dapat dicari untuk membiayai acara dan kegiatan di TNB.

     Pengembangan potensi ekonomi di TNB perlu dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, seperti: menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Energi yang digunakan untuk mengoperasikan TNB harus dihemat dengan menggunakan teknologi yang hemat energy dan keanekaragaman hayati di TNB harus dilindungi dengan menjaga kelestarian habitat flora dan fauna.

     Dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, pengembangan potensi ekonomi di TNB dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan lingkungan hidup. Selain ide-ide di atas, masih banyak potensi lain yang dapat digali di TNB. Kunci utama untuk mengembangkan potensi ekonomi di TNB adalah dengan melibatkan semua pihak terkait, yaitu pemerintah, masyarakat setempat, dan pihak swasta. Dengan kerjasama yang baik, TNB dapat menjadi kawasan yang sejahtera dan lestari.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url