TUGU BAMBU RUNCING DI LIMBUKAN
Tugu Bambu Runcing di Limbukan. Foto: Feni Efendi
Tugu Bambu Runcing ini untuk mengenang peristiwa perjuangan di Limbukan pada masa Peristiwa Situjuh Batur 15 Januari 1949 yang telah membuat gugur 69 pejuang dan masyarakat Situjuh oleh seragan Belanda. Letnan Muda Burhanuddin Putih berinisiatif menghadang pasukan Belanda di (Limau Kapeh) Kubang Gajah nagari Limbukan. Penyergapan itu berjalan sukses dan membuat korban berjatuhan di pihak Belanda dan lari kocar-kacir. Selain itu masyarakat Situjuh yang ditawan Belanda sekitar 60 orang lolos tanpa cedera.
Di saat Belanda lari dari gempuran pimpinan Burhanuddin, ternyata Belanda telah disergap juga di wilayah Kapalo Koto nagari Limbukan yang dipimpin oleh Sersan I Raudhani. Di sini ada 7 pejuang republik yang gugur. Lokasi ini tidak jauh dari lokasi pertama lebih kurang 500 meter. Berada pada sekitar areal rumah makan Pongek Situjuh "OR" sekarang dan di atasnya dibangun tugu bambu runcing.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau