Pasar Simpang Haru di Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang
Pasar Simpang Haru. Foto: rakyatsumbar.id
Pasar Simpang Haru terletak di Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, memiliki sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Pasar ini dulunya dikenal sebagai Pasar Kelok, yang didirikan pada tahun 1953 oleh masyarakat Sawahan Timur. Dan pada awalnya, Pasar Kelok hanyalah sebuah pasar tradisional kecil yang didirikan di atas tanah milik masyarakat. Pasar ini menjadi tempat bertemunya para pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di sekitar Sawahan Timur. Pasar Kelok menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seiring dengan perkembangan waktu, Pasar Kelok semakin ramai dan tidak mampu lagi menampung jumlah pedagang dan pembeli yang terus meningkat. Oleh karena itu, pada tahun 1972, Pemerintah Kota Padang mengambil alih pengelolaan pasar dan membangunnya kembali dengan nama Pasar Simpang Haru. Dan pembangunan Pasar Simpang Haru dilakukan secara bertahap, dengan menggabungkan beberapa pasar kecil di sekitarnya. Pada tahun 1982, pembangunan pasar tahap pertama selesai, dan Pasar Simpang Haru resmi dibuka untuk umum.
Pasar Simpang Haru telah menjadi pusat ekonomi penting bagi masyarakat Sawahan Timur selama lebih dari 50 tahun. Pasar ini menyediakan berbagai macam kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan makanan segar, pakaian, elektronik, hingga perhiasan. Pasar Simpang Haru juga menjadi tempat bertemunya berbagai macam budaya dan tradisi dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Keberadaan Pasar Simpang Haru telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Sawahan Timur. Pasar ini telah meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan peluang usaha. Pasar Simpang Haru juga telah menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi masyarakat setempat. Namun, Pasar Simpang Haru juga menghadapi beberapa tantangan, seperti persai-ngan dengan pasar modern dan pusat perbelanjaan lainnya. Untuk tetap eksis di era modern, Pasar Simpang Haru perlu melakukan beberapa pembenahan, seperti perbaikan infra-struktur, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan strategi pemasaran yang kreatif. Meskipun demikian, Pasar Simpang Haru tetaplah menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya masyarakat Sawahan Timur. Pasar ini adalah simbol keuletan dan semangat juang masyarakat dalam membangun perekonomian mereka.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau