PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI DI PAYAKUMBUH: Akademi, Sekolah Tinggi, Politeknik, Institut, Universitas
Perguruan tinggi di Payakumbuh merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute, dan universitas. Dan berdasarkan pengelolaannya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua jenis yaitu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dikelola oleh pemerintah, baik langsung di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) maupun di bawah kementerian lain. Selanjutnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dikelola oleh yayasan atau badan hukum lain di luar pemerintah.
Adapun jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi antara lain: Diploma (D1, D2, D3, D4), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), Spesialis, dan Profesi. Dan proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi umumnya dilakukan melalui jalur: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yaitu jalur undangan berdasarkan prestasi akademik. Selanjutnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yaitu jalur ujian tertulis. Berikutnya Mandiri yaitu jalur ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.
Akademi
Akademi merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tertentu. Akademi berfokus pada pendidikan yang bersifat terapan dan menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia industri.
Akademi memiliki fokus pada satu atau beberapa cabang IPTEK. Tidak seperti universitas yang menawarkan berbagai program studi, akademi hanya berfokus pada satu atau beberapa bidang ilmu tertentu. Contohnya, Akademi Keperawatan, Akademi Teknik Elektro, dan Akademi Bahasa Asing.
Akademi hanya menyediakan program Diploma, di mana Akademi menawarkan program Diploma yang setara dengan jenjang pendidikan D1, D2, D3, dan D4. Pendidikan di akademi lebih menekankan pada pengembangan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. Dibandingkan dengan program sarjana di universitas, program Diploma di akademi umumnya memiliki masa studi yang lebih singkat, yaitu antara 1 hingga 4 tahun.
Sekolah Tinggi
Sekolah Tinggi di Payakumbuh merupakan sebuah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Sekolah Tinggi hanya fokus pada satu bidang ilmu tertentu, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Sekolah Tinggi Teknik, atau Sekolah Tinggi Keperawatan. Dan pendidikan di Sekolah Tinggi umumnya lebih praktis dan berorientasi pada aplikasi, dengan penekanan pada keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Sekolah Tinggi biasanya menawarkan gelar Diploma (D1, D2, D3, dan D4) dan Sarjana (S1). Dan lama studi di Sekolah Tinggi umumnya lebih singkat dibandingkan dengan Universitas, yaitu antara 2 hingga 4 tahun. Dan contoh Sekolah Tinggi di Payakumbuh seperti Sekolah Tinggi Ilmu Islam (STIT), Sekolah Tinggi Teknik Payakumbuh (STTP), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP), Sekolah Tinggi Alquran (STAIDA),
Politeknik
Politeknik merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi atau pelatihan vokasional. Dan pendidikan di politeknik lebih fokus pada aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kerja. Mahasiswa politeknik akan mendapatkan banyak pembelajaran praktik dan pelatihan, sehingga mereka siap bekerja setelah lulus.
Adapun ciri-ciri politeknik, antara lain, menyeleng-garakan pendidikan diploma (D3 dan D4). Lebih fokus pada aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kerja. Memiliki kurikulum yang lebih banyak praktik dan pelatihan. Bekerjasama dengan industri untuk memberikan mahasiswa pengalaman kerja yang nyata dan lulusan politeknik siap bekerja di berbagai bidang industri. Adapun contoh politeknik di Payakumbuh yaitu Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani Payakumbuh) yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Didirikan pada tahun 1989, Politani Payakumbuh saat ini memiliki 3 jurusan yaitu Teknologi Pertanian, Budidaya Tanaman Perkebunan dan Budidaya Tanaman Pangan.
Institut
Institut merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tertentu. Institut dapat menyelenggarakan pendidikan profesi jika memenuhi syarat. Dan perbedaan utama antara institut dan universitas terletak pada fokus dan cakupan bidang ilmu yang dipelajari. Universitas umumnya menawarkan berbagai macam program studi dari berbagai rumpun ilmu, sedangkan institut fokus pada satu atau beberapa rumpun ilmu tertentu.
Contohnya, Universitas Indonesia (UI) memiliki fakultas-fakultas dari berbagai bidang ilmu, seperti kedokteran, teknik, hukum, ekonomi, dan sosial politik. Sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) fokus pada bidang ilmu teknik dan sains. Dan beberapa karakteristik institut di antaranya menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam satu atau beberapa rumpun IPTEK tertentu. Dapat menyelenggarakan pendidikan profesi jika memenuhi syarat. Memiliki fakultas atau sekolah tinggi yang fokus pada bidang ilmu terkait. Mendidik mahasiswa untuk menjadi ahli di bidang ilmu yang ditekuni dan melakukan penelitian dan pengembangan di bidang ilmu terkait.
Universitas
Universitas merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi dan penelitian yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni. Universitas memiliki ciri khas yaitu menyelenggarakan pendidikan pada berbagai rumpun ilmu tanpa batas, seperti rumpun ilmu humaniora, rumpun ilmu sosial, rumpun ilmu alam, rumpun ilmu agama, dan sebagainya.
Adapun fungsi utama universitas yaitu menyediakan pendidikan tinggi dan program pelatihan bagi mahasiswa. selanjutnya melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikutnya mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti penyuluhan, pendampingan, dan pengembangan masyarakat. Adapun Universitas memiliki beberapa jenis, yaitu: Universitas Negeri (UN) yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah pusat atau daerah; Universitas Swasta (US) dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta; Universitas Terbuka (UT) yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (dikjar) dengan sistem pembelajaran mandiri.
Universitas memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia global. Adapun universitas di Kota Payakumbuh yaitu Universitas Andalas, Universitas Padang, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Dampak Ekonomi
Berdirinya sebuah sekolah tinggi atau kampus di Kota Payakumbuh dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah sekitarnya, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif di antaranya terjadi peningkatan permintaan barang dan jasa. Kehadiran mahasiswa dan staf pengajar di kampus akan meningkatkan permintaan akan berbagai barang dan jasa, seperti makanan, minuman, tempat tinggal, transportasi, dan hiburan. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan usaha lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Pembangunan kampus dan fasilitas pendukungnya, seperti jalan, jembatan, dan sistem telekomunikasi, dapat meningkatkan infrastruktur di daerah tersebut. Dan kampus dapat menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penelitian dan teknologi tersebut dapat dikomersialkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
Pendidikan tinggi di kampus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Payakumbuh. Lulusan sekolah tinggi/kampus umumnya memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih tinggi, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Di mana peningkatan permintaan barang dan jasa, penciptaan lapangan pekerjaan baru, dan transfer pengetahuan dan teknologi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kampus.
Adapun dampak negatifnya yaitu terjadinya peningkatan permintaan barang dan jasa dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa di sekitar kampus. Hal ini dapat membebani masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Selanjutnya, peningkatan jumlah kendaraan di sekitar kampus dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas. Hal ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan produktivitas. Meningkatnya jumlah usaha di sekitar kampus dapat meningkatkan persaingan antar usaha. Hal ini dapat menyebabkan beberapa usaha kecil dan menengah mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Dengan kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda dapat menimbulkan masalah sosial, seperti kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja.
Dampak ekonomi berdirinya sekolah tinggi/kampus bervariasi, tergantung pada berbagai faktor, seperti lokasi kampus, jumlah mahasiswa, dan jenis program studi yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan yang matang agar dampak positif dari berdirinya sekolah tinggi/kampus dapat dimaksimalkan, sedangkan dampak negatifnya dapat diminimalkan.
Dampak Sosial
Kehadiran sekolah tinggi atau kampus di Kota Payakumbuh dapat membawa dampak sosial yang signifikan, baik positif maupun negatif. Adapun dampak positifnya yaitu kampus menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekitar, memungkinkan mereka untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat secara keseluruhan.
Selain itu, kampus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan permintaan barang dan jasa. Pendidikan tinggi dapat membuka peluang bagi individu untuk meningkatkan status sosial ekonomi mereka dan mencapai mobilitas sosial ke atas. Dan kampus dapat menjadi pusat inovasi dan kewirausahaan, dengan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di kampus dapat menghasilkan produk dan jasa baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kampus dapat mempromosikan keberagaman dan inklusi dengan membawa mahasiswa dari berbagai latar belakang bersama-sama. Hal ini dapat membantu mengurangi prasangka dan diskriminasi, serta mempromosikan pemahaman dan toleransi yang lebih baik. Kampus dapat terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat, seperti memberikan layanan kepada masyarakat yang kurang beruntung, melakukan penelitian untuk mengatasi masalah sosial, dan mendorong partisipasi sipil.
Sedangkan dampak negatifnya terjadi peningkatan permintaan perumahan dan komersial di sekitar kampus dapat menyebabkan gentrifikasi, di mana penduduk asli dengan pendapatan rendah dipaksa keluar dari lingkungan mereka karena kenaikan harga sewa dan properti. Meningkatnya jumlah mahasiswa dan staf dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan masalah lingkungan lainnya. Sedangkan akses ke pendidikan tinggi mungkin tidak merata, dengan kelompok masyarakat tertentu yang kurang terwakili di kampus. Hal ini dapat memperburuk ketimpangan sosial yang sudah ada. Dan perbedaan budaya dan nilai antara mahasiswa dan penduduk lokal dapat menyebabkan konflik sosial.
Dampak sosial dari kehadiran sekolah tinggi atau kampus bervariasi tergantung pada konteks spesifiknya. Penting bagi pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan potensi dampak positif dan negatif dan mengembangkan strategi untuk memaksimalkan manfaat dan memitigasi risiko.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau