PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI DHARMASRAYA

Foto: dinaspertanian.dharmasrayakab.go.id
Kabupaten Dharmasraya memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. Hal ini dibuktikan dengan luas wilayahnya yang mencapai 9.512,00 km2, di mana 63,81% di antaranya merupakan kawasan hutan dan lahan terlantar yang berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian. Selain itu, Dharmasraya juga memiliki iklim yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman, seperti padi, jagung, kelapa sawit, karet, dan kopi.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai program dan kebijakan yang telah diluncurkan, seperti pengembangan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan irigasi, embung, dan jalan usaha tani. Selain itu juga penyediaan bantuan modal, seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada petani. Juga pemberian pelatihan dan penyuluhan pertanian, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta pembentukan kelompok tani, untuk memudahkan koordinasi dan kerjasama antar petani.
Upaya-upaya tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Pada tahun 2023, sektor pertanian di Dharmasraya menyumbang sebesar Rp. 2,7 triliun atau 28,56% dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pertanian
Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Sumatera Barat. Pada tahun 2023, produksi padi di Dharmasraya mencapai 720.000 ton, surplus 200.000 ton dari kebutuhan konsumsi lokal. Dan juga merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. Pada tahun 2023, produksi kelapa sawit di Dharmasraya mencapai 2,5 juta ton.
Keberhasilan sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya telah memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja baru, dan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Adapun pertanian di Kabupaten Dharmasraya masih memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Dengan terus meningkatkan dukungan dari pemerintah dan kerjasama dari semua pihak, sektor pertanian di Dharmasraya dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Potensi sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan diversifikasi produk pertanian, untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas utama. Selain itu juga mengembangkan pertanian organik, untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Memperkuat pemasaran produk pertanian, untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pertanian, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Adapun komoditas utama yang diusahakan di Kabupaten Dharmasraya di antaranya:
Padi
Padi merupakan komoditas tanaman pangan utama di Dharmasraya, dengan luas panen mencapai 72.331 Ha pada tahun 2022 dan produksi sebesar 237.362 ton.
Jagung
Jagung merupakan komoditas tanaman pangan kedua terbesar di Dharmasraya, dengan luas panen mencapai 47.134 Ha pada tahun 2022 dan produksi sebesar 151.006 ton.
Pinang
Merupakan komoditas perkebunan yang cukup potensial di Dharmasraya, dengan luas areal mencapai 25.488 Ha pada tahun 2022 dan produksi sebesar 15.293 ton. Meskipun memiliki potensi besar, sektor pertanian di Dharmasraya masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, seperti jalan dan irigasi, masih menghambat akses petani ke pasar dan pasokan air untuk pertanian. Selain itu keterbatasan sumber daya manusia yang terampil di bidang pertanian juga menjadi tantangan yang perlu diatasi serta fluktuasi harga komoditas pertanian seringkali merugikan petani.
Adapun sektor pertanian di Dharmasraya juga memiliki beberapa peluang yang dapat dioptimalkan, seperti luas lahan pertanian yang luas memberikan peluang untuk meningkatkan produksi dan diversifikasi komoditas. Selain itu, permintaan pasar terhadap produk pertanian, baik domestik maupun internasional, terus meningkat. Selain itu, pemerintah telah memberikan berbagai program dan kebijakan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.
Perkebunan
Kabupaten Dharmasraya di Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor perkebunan. Hal ini didukung oleh luas lahan yang besar dan cocok untuk tanaman perkebunan, yaitu sekitar 296.580 hektar. Sekitar 106.000 hektar di antaranya telah dimanfaatkan untuk perkebunan, dengan komoditas utama kelapa sawit, karet, dan kopi. Selain itu, iklim di Dharmasraya tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 2.000-3.000 mm per tahun. Kondisi ini ideal untuk pertumbuhan tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi.
Faktor lainnya yaitu tanah di Dharmasraya umumnya subur dan kaya akan nutrisi sehingga cocok untuk berbagai jenis tanaman perkebunan. Dan Dharmasraya memiliki penduduk yang cukup banyak, yaitu sekitar 500.000 jiwa. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, termasuk perkebunan. Selain itu, pemerintah daerah Dharmasraya berkomitmen untuk mengembangkan sektor perkebunan. Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan, seperti pemberian insentif kepada petani dan investor, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan. Adapun komoditas perkebunan unggulan di Dharmasraya antara lain:
Kelapa Sawit
Merupakan komoditas utama dengan luas tanam mencapai 80.000 hektar. Produksi kelapa sawit di Dharmasraya terus meningkat setiap tahunnya, dan menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Perkembangan kelapa sawit di Dharmasraya terbilang pesat. Sejak tahun 1986, area perkebunan kelapa sawit terus meluas, hingga mencapai 60,94% dari total luas wilayah Dharmasraya. Adapun kecamatan penghasil kelapa sawit di antaranya: Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Sitiung, Kecamatan Koto Baru.
Karet
Karet merupakan komoditas tradisional di Dharmasraya dengan luas tanam sekitar 20.000 hektar. Meskipun harganya sempat mengalami fluktuasi, karet masih menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi petani di Dharmasraya. Dan karet merupakan tanaman perkebunan terluas di Dharmasraya, dengan luas mencapai 40.909 hektar pada tahun 2020. Komoditas ini menjadi primadona bagi para petani di Dharmasraya karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Kecamatan yang banyak menghasilkan karet yaitu: Kecamatan Koto Besar, Kecamatan Pulau Punjung, dan Kecamatan Sitiung.
Kopi
Dharmasraya memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi. Kopi yang dihasilkan di Dharmasraya memiliki kualitas yang baik dan diminati oleh pasar internasional. Kabupaten Dharmasraya juga memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi. Kopi robusta menjadi varietas utama yang ditanam di daerah ini. Adapun daerah penghasil kopi di Dharmasraya: Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Sitiung, dan Kecamatan Koto Baru
Kakao
Kakao merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Dharmasraya. Saat ini, area perkebunan kakao di Dharmasraya terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Di antara daerah penghasil kakao di Dharmasraya: Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Sitiung, dan Kecamatan Koto Baru.
Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, sektor perkebunan di Dharmasraya juga menghadapi beberapa tantangan, yaitu harga komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan karet sering mengalami fluktuasi, sehingga berdampak pada pendapatan petani. Selain itu adanya persaingan di pasar global semakin ketat, sehingga petani harus meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksinya agar dapat bersaing. Selain itu masih minimnya industri hilir di Dharmasraya, sehingga nilai tambah dari hasil perkebunan belum maksimal.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau