PERTAMBANGAN DI DHARMASRAYA: Potensi Ekonomi, Dampak Sosial, Lingkungan, dan Budaya

 

Foto: pmptsp.dharmasrayakab.go.id

Kabupaten Dharmasraya terkenal dengan potensi pertambangannya yang melimpah. Beberapa jenis sumber daya alam yang ditambang di Dharmasraya antara lain: batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit. Adapun dampak ekonomi dari tambang di Kabupaten Dharmasraya bisa dilihat dari dua sisi, yaitu positif dan negatif.

     Adapun dari dampak positif yaitu dapat meningkatkan Pendapatan Daerah. Di mana hasil tambang, terutama batubara, menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dharmasraya. Hal ini meningkatkan kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, aktivitas pertambangan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, baik sebagai penambang, pekerja di perusahaan tambang, maupun di sektor pendukung seperti jasa transportasi, logistik, dan perdagangan.

     Dampak lainnya dapat meningkatnya pendapatan masyarakat dan tumbuhnya sektor pendukung pertambangan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Kesejahteraan Masyarakat (IKM) di Kabupaten Dharmasraya. Selain itu, pertambangan membuka peluang munculnya sektor ekonomi baru, seperti industri pengolahan hasil tambang dan jasa penunjang pertambangan.

     Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari pertambagan yaitu kerusakan lingkungan, di mana aktivitas pertambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Hal ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi tambang. Selain itu, persaingan antar penambang, baik legal maupun ilegal, dapat memicu konflik sosial. Selain itu, masyarakat adat yang tinggal di sekitar lokasi tambang juga seringkali tersingkir dari tanah mereka. Hal lainnya akan menyebabkan terlalu bergantung pada sektor tambang dapat membuat ekonomi daerah menjadi rentan terhadap fluktuasi harga komoditas tambang di pasar global. Selain itu, pekerja tambang seringkali terpapar bahaya kesehatan dan keselamatan kerja, seperti kecelakaan kerja dan penyakit akibat paparan bahan berbahaya.

     Adapun upaya mitigasi dampak negative yaitu pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan, baik legal maupun ilegal, untuk memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan keselamatan kerja. Selain itu, perusahaan tambang harus diwajibkan untuk melakukan rehabilitasi lingkungan pasca tambang untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Pemerintah juga perlu mendorong pengembangan sektor ekonomi lain selain pertambangan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi daerah pada sektor ini. Adapun masyarakat lokal perlu diberdayakan agar dapat mengambil manfaat dari sektor pertambangan secara berkelanjutan, seperti melalui pelatihan dan pendampingan untuk menjadi pengusaha lokal atau tenaga kerja terampil. Adapun hasil tambang di Kabupaten Dharmasraya yaitu:

 

Tambang Emas

     Kabupaten Dharmasraya terkenal dengan potensi sumber daya alamnya, termasuk emas. Emas di daerah ini ditemukan di berbagai lokasi, seperti di aliran sungai, perbukitan, dan dataran rendah. Dan saat ini, terdapat beberapa tambang emas resmi yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya. Salah satu yang terbesar adalah PT. Swarna Putra Mulia. Tambang ini terletak di Kecamatan Pulau Punjung. Selain tambang resmi, terdapat pula banyak tambang emas ilegal di Dharmasraya. Aktivitas penambangan emas ilegal ini marak terjadi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Sitiung, Pulau Punjung, dan Koto Baru. Penambangan emas ilegal ini sering menimbulkan kerusakan lingkungan dan sosial.

     Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah berupaya untuk mengatasi masalah tambang emas ilegal ini. Berbagai langkah telah dilakukan, seperti penertiban tambang ilegal, sosialisasi kepada masyarakat, dan penegakan hukum. Meskipun demikian, tambang emas ilegal masih menjadi masalah yang kompleks di Kabupaten Dharmasraya. Diperlukan upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

 

Tambang Batubara

     Dharmasraya merupakan salah satu penghasil batu bara di Indonesia. Batu bara dari Dharmasraya banyak digunakan untuk pembangkit listrik dan industri. Adapun aktivitas penambangan batubara tanpa izin (PETI) di Dharmasraya masih ada. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan melanggar hukum. Dan aktivitas penambangan batubara, baik legal maupun ilegal, dapat membawa dampak lingkungan seperti pencemaran air, udara, dan kerusakan lahan. Hal ini perlu dipertimbangkan dan ditangani dengan baik oleh pihak terkait.

     Adapun potensi eknomoni dari tambang Batubara merupakan sumber daya alam yang penting bagi ekonomi Dharmasraya. Di satu sisi, industri pertambangan batubara dapat menghasilkan pendapatan dan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, perlu dipastikan bahwa penambangan dilakukan secara berkelanjutan dan bertang-gung jawab untuk meminimalisir dampak negatifnya.

     Dan pertambangan di Dharmasraya memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian daerah. Pertambangan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, pertambangan juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran udara, air, dan tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Adapun dampak social dari pertambangan di Dharmasraya seperti konflik antara masyarakat adat dan perusahaan pertambangan, serta masalah kesehatan masyarakat akibat pencemaran lingkungan.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url