Taman Monumen Bung Hatta, Didirikan untuk Memperingati Seabad Kelahiran Mohammad Hatta
Taman Monumen Bung Hatta. Foto: tripadvisor.co.id
Taman Monumen Bung Hatta di Bukittinggi ini didirikan untuk memperingati seabad kelahiran Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia. Pembangunan taman ini diprakarsai oleh Yayasan Bung Hatta dan disponsori oleh PT Semen Padang.
Adapun peletakan batu pertama Taman Monumen Bung Hatta dilakukan pada tanggal 17 Juni 2002 oleh Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati Soekarnoputri. Taman ini kemudian diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 21 Desember 2003, tepat sehari sebelum Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-219.
Taman Monumen Bung Hatta terletak di sebelah timur Gedung Tri Arga, yang juga dikenal sebagai Wisma Bung Hatta. Taman ini berada di lereng bukit yang rendah dan teduh oleh pepohonan besar. Di puncak bukit kecil taman ini terdapat sebuah patung perunggu Bung Hatta yang digambarkan dalam posisi berdiri dengan kepala sedikit menunduk dan sebelah tangannya terangkat ke atas.
Pembangunan Taman Monumen Bung Hatta bukan hanya untuk mengkultuskan sosok Bung Hatta, tetapi juga untuk menghormati jasa-jasa Bung Hatta sebagai salah satu pendiri bangsa Indonesia. Selain itu juga untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda serta menjadikan taman ini sebagai tempat wisata edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.
Taman Monumen Bung Hatta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti ruang pameran yang berisi informasi tentang kehidupan dan perjuangan Bung Hatta. Selain itu juga ada taman bermain untuk anak-anak, tempat duduk untuk bersantai, dan toilet dan mushola. Dan Taman Monumen Bung Hatta menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Bukittinggi. Taman ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB dan tidak dipungut biaya masuk.
Adapun beberapa fakta menarik tentang Taman Monumen Bung Hatta yaitu patung Bung Hatta di taman ini adalah patung Bung Hatta tertinggi di Indonesia. Taman ini memiliki taman tematik yang dinamakan "Taman Toleransi", yang merupakan simbolisasi dari nilai-nilai toleransi yang dianut oleh Bung Hatta. Dan Taman Monumen Bung Hatta sering digunakan sebagai tempat untuk mengadakan berbagai acara, seperti upacara bendera, seminar, dan festival budaya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau