Taman Ngarai Maaram

 

Taman Ngarai Maaram. Foto: tribunpekanbarutravel.tribunnews.com 


     Taman Ngarai Maaram merupakan taman wisata yang tergolong wisata baru, diresmikan pada tahun 2021 oleh Walikota Bukittinggi, Erman Safar. Taman ini dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektar, Taman Ngarai Maaram dulunya merupakan kawasan perbukitan dan hutan lindung. Pada tahun 2019, Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan penataan kawasan tersebut menjadi taman wisata.

     Adapun pembangunan Taman Ngarai Maaram bertujuan untuk meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bukittinggi. Taman ini menjadi salah satu paru-paru kota yang penting bagi kelestarian lingkungan. Selain itu untuk menyediakan objek wisata baru, di mana taman ini menawarkan keindahan alam Ngarai Sianok dan berbagai fasilitas menarik untuk pengunjung. Dan taman ini diharapkan dapat menjadi ikon wisata baru yang menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

     Taman Ngarai Maaram memiliki beberapa daya tarik utama, antara lain adalah pemandangan Ngarai Sianok yang menakjubkan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan Ngarai Sianok yang indah dari berbagai sudut taman. Taman ini juga dilengkapi dengan berbagai wahana permainan untuk anak-anak, seperti ayunan, perosotan, dan flying fox. Di sini terdapat arena pertunjukan Medan Nan Bapaneh yang dapat digunakan untuk berbagai acara budaya dan seni.

     Taman ini memiliki beberapa spot foto yang menarik, seperti lorong besi berbentuk persegi disusun melingkar dan titian besi yang mengarah ke ngarai dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toilet, musala, dan tempat duduk. Dan Taman Ngarai Maaram terletak di Jalan Maaram, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Taman ini buka setiap hari selama 24 jam. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk memasuki taman ini. Dan Taman Ngarai Maaram adalah tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan teman. Taman ini menawarkan keindahan alam, berbagai fasilitas menarik, dan suasana yang nyaman untuk bersantai.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url