KAMPUANG Sarugo di Koto Tinggi: Potensi Ekonomi dan Pariwisata
KAMPUANG Sarugo di Koto Tinggi, atau dikenal juga dengan nama Saribu Gonjong, merupakan sebuah nagari (desa) wisata yang terletak di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan rumah adat Gadang yang masih terawat dengan baik dan jumlahnya yang mencapai ratusan.
Kampuang Sarugo dihuni oleh masyarakat Minangkabau yang masih memegang teguh adat dan budayanya. Hal ini terlihat dari berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti arsitektur rumah, pakaian adat, dan bahasa yang digunakan. Dan Rumah Gadang di Kampuang Sarugo memiliki ciri khas atap gonjong yang melengkung ke atas. Atap gonjong ini dulunya terbuat dari ijuk (sekarang atap seng) dan dihiasi dengan berbagai ukiran. Rumah Gadang di Kampuang Sarugo umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu: bagian utama rumah dan digunakan sebagai tempat tinggal keluarga. Selanjutnya ada anjung yaitu bagian ini merupakan ruang kamar dan ada dapur yang terpisah dengan posisinya di bagian belakang.
Kampung Sarugo, yang terletak di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, memiliki sejarah panjang dan kaya. Berikut beberapa poin penting:
Nama Kampuang sarugo merujuk kepada banyaknya rumah gadang di kampung ini, yang dahulu diperkirakan mencapai seribu. Dan kampung ini pernah menjadi basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa revolusi fisik. Dan keunikan Kampung Sarugo yang dikenal sebagai "Kampung Saribu Gonjong" ini karena banyaknya rumah gadang dengan atap gonjong yang khas. Dan kampung ini masih menjaga tradisi dan budaya Minangkabau, seperti adat istiadat, gotong royong, dan musyawarah mufakat. Adapun keindahan alam dan keramahan penduduknya menjadikan Kampuang Sarugo sebagai salah satu desa wisata di Sumatera Barat.
Saat ini, Kampuang Sarugo di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor. Di antaranya sektor pertanian di mana Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) di mana Kampuang Sarugo terkenal dengan jeruk Jesigo yang memiliki rasa manis dan segar. Potensi pengembangan Jesigo masih sangat besar, baik untuk pasar lokal maupun nasional.
Selain itu, potensi pertanian organic di mana Kampuang Sarugo memiliki potensi untuk mengembangkan pertanian organik, yang saat ini sedang tren di pasaran. Dan selanjutnya peternakan sapi dan kambing dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
Adapun potensi lainnya adalah wisata di mana Kampuang Sarugo merupakan kampung adat dengan arsitektur rumah gadang yang masih terjaga. Hal ini menjadi daya tarik wisata yang potensial. Selain itu Kampuang Sarugo dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, seperti perbukitan dan sawah. Hal ini dapat dikembangkan untuk wisata alam, seperti trekking dan camping. Potensi selanjutnya adalah wisata budaya di mana Kampuang Sarugo memiliki berbagai tradisi budaya yang unik, seperti Tari Piring dan Silat. Hal ini dapat dikembangkan untuk wisata budaya.
Potensi selanjutnya yaitu ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan di mana masyarakat Kampuang Sarugo memiliki keterampilan dalam membuat kerajinan tangan, seperti tenun dan ukiran, hal ini bisa dimaksimalkan dengan berbagai pelatihan dan promosi. Kerajinan tangan ini dapat dijual sebagai souvenir wisata. Selain itu Kampuang Sarugo memiliki kuliner khas yang lezat, seperti Gulai Ikan Patin dan Pangek Masin. Kuliner ini dapat dijual kepada wisatawan dan dipasarkan secara online.
Adapun dalam dunia industri, Jeruk Jesigo dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti jus, sirup, dan selai. Dan juga pengolahan hasil peternakan seperti susu sapi dan kambing dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti yoghurt, keju, dan sabun. Untuk peternakan sapi dan kambing ini bisa dioptimalkan dengan melakukan berbagai pelatihan dan promosi. Dan pemerintah dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi Kampuang Sarugo dengan menyediakan infrastruktur, seperti jalan dan jaringan internet. Serta masyarakat Kampuang Sarugo perlu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang pertanian, wisata, dan ekonomi kreatif. Dan pihak swasta pun dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi Kampuang Sarugo dengan berinvestasi di bidang wisata, industri pengolahan hasil pertanian, dan ekonomi kreatif.
Kampung Sarugo di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pernah meraih juara nasional pada tahun 2020. Kampung Sarugo meraih juara 2 kategori Kampung Adat Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020. Penghargaan ini diraih atas kemampuan masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota dalam mengembangkan Kampung Sarugo menjadi destinasi wisata budaya yang menarik.
Kampung Sarugo terkenal dengan rumah adatnya yang unik, yaitu Seribu Rumah Gadang Gonjong. Selain itu, kampung ini juga memiliki berbagai tradisi dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Adapun beberapa prestasi yang diraih Kampung Sarugo yaitu Juara 2 kategori Kampung Adat Terpopuler dalam ajang API Award 2020; Juara 1 kategori Desa Wisata Binaan Perguruan Tinggi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021; Juara 1 kategori Desa Wisata Budaya pada ADWI 2022.
Penghargaan-penghargaan ini menunjukkan bahwa Kampung Sarugo telah diakui sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia. Dan beberapa faktor yang membuat Kampung Sarugo menjadi juara nasional yaitu keunikan arsitektur Rumah Gadang Gonjong yang banyak jumlah rumah gadangnya dalam satu kawasan. Selain itu, tradisi dan budaya yang masih dilestarikan dengan keindahan alam yang masih asri. Serta keramahan masyarakat dan pengelolaan desa wisata yang baik. Kampung Sarugo menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengembangkan potensi wisatanya. Keberhasilan Kampung Sarugo menunjukkan bahwa desa wisata dapat menjadi salah satu sektor penting dalam mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
