KOMUNITAS SENI INTRO

  

Komunitas Seni INTRO tahun 1990. Foto: Diandra Novita Nurdin dan Ranti Irsa

     Nama Komunitas Seni INTRO tentu sudah menjadi memori kolektif bagi warga kota. Siapa anak-anak sekolah yang tidak kenal dengan ko-munitas ini dulunya. Sudah berdiri sejak 2 Mei 1990. Dan banyak anak-anak sekolah belajar pertunjukan drama di sini.

     Sewaktu masih SD tahun pertengahan 1990-an, saya suka sekali meli-hat acara perpisahan sekolah SMA. Umumnya perpisahan itu diadakan di sekolah atau di GOR M Yamin atau juga di gedung lain. Di dalam acara perpisahan yang saya tunggu-tunggu adalah pertunjukan drama-nya atau syukur-syukur ada pembacaan puisi. Dan tentu, terkadang pertunjukan drama itu sebelumnya ada yang latihan di Intro.

     Terkadang sewaktu sekolah menengah atas tahun awal 2000-an, saya melihat pamflet-pamflet acara pertunjukan puisi atau musikalisasi Intro di jenjang Hizra di Pasar. Dan anehnya, saya baru mengenali nama-na-ma penggerak Intro itu ketika berada di Pekanbaru. Di sana saya sering bolak-balik di Perpustakaan Provinsi tahun 2005. Di pustaka itu saya mendapatkan berbagai nama-nama penyair di Payakumbuh dan nyaris semuanya orang-orang Intro.

     Ketika saya pulang ke Payakumbuh tahun 2005, saya berjalan kaki sejak dari Pasar hingga sampai ke SMEA Negeri. Di situ saya melihat ada penerbit dan penyalur buku Erlangga. Saya coba bertanya di mana rumah Iyut Fitra dan Gus tf, maka disebutkan oleh orang Erlangga itu nama Komunitas Seni INTRO di Padang Tangah, Koto Nan Ompek. Ke-tika saya coba ke sana pada sore hari, betapa ramainya orang-orang ber-kesenian di situ. Ada yang latihan teater, bermusik, dan sastra.

     Sejak saat itu saya sering pula bolak-balik ke Intro. Datang setelah magrib pakai sepeda dan tidur di sana. Pagi-pagi pulang lagi setelah meminjam buku baru dari sana. Sejak tahun 2008 hingga 2017, saya sudah lama pula tak ke sana. Dan sang pionir Intro ini di antaranya Sigit A. Yazid, Yusril Katil, Iyut Fitra, Ijot Goblin, Roni Cibot Irsa, Rudi Gitar, Opet, Diandra Novita Nurdin, dll. Komunitas yang lumayan lengkap, ada penyair, ada penari, ada penyanyi, ada pemain musik, ada penulis, dan saya sangat senang dan bahagia pada waktu bergabung dengan mereka. Kami juga bagian dari Intro, kata Yogi Satrio.

     Begitupun dengan Diandra Novita Nurdin mengenang bahwa ia juga bagian dari Intro sewaktu markas masih di rumah Rudi. Ia juga ikutan mengecat hitam dindingnya bareng uda-uda Intro. Pementasan Amuk juga jadi bagiannya, katanya. Memorinya dengan Intro sejak di-mulai lahirnya Intro dan ikut pementasan Amuk. Ia sempat juga me-nulis puisi dan terbit di Harian Singgalang. Sempat pula ikut perte-muan penulis muda di Taman Budaya yang juga dihadiri oleh Adri Sandra, Gus tf Sakai, terangnya. 

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url