LAPANGAN BASKET DI SAMPING GOR M. YAMIN
1.
|
Lapangan Basket. Foto: Feni Efendi
|
Yang namanya sirkus, tentu anak-anak suka melihat gajah yang baru datang. Harimau juga ada, orang utan, dan anjing yang lucu. Selain itu juga ada orang yang tinggi dan orang yang rendah dengan riasan untuk menjadi badut-badut yang lucu. Kalau sudah ada acara sirkus ini, tentu sangat ramai sekali. Akan banyak orang-orang yang datang dari berba-gai daerah. Umumnya mereka datang memakai mobil L300 atau mobil angkot. Maka panenlah warga sekitar untuk membuat usaha parkir di sekitar tempat sirkus ini.
Selain sirkus juga pernah ada pertunjukan lumba-lumba. Dan me-mang sangat ramai pula. Anak-anak sekolah datang dari berbagai dae-rah di Sumbar ini. Dan itu tentu sangat mengasyikan. Saat itu ice cream pandle pop baru saja ada, sehingga sangat laris sekali sejak iklannya muncul di TV.
Terkadang tidak berapa lama setelah itu ada pula acara Pasar Malam. Dan di acara pasar malam ini yang paling seru adalah masuk rumah hantu dan roda-roda maut. Seram sekali rasanya. Apalagi roda-roda maut itu. Namun bagi anak-anak perempuan yang paling disu-kainya adalah naik buayan keling. Kalau anak-anak naik kuda-kuda yang berputar-putar itu.
Jauh dari acara sirkus atau pasar malam itu ada permainan judi rolek yang dimainkan secara sembunyi-sembunyi. Biasanya di atas rumah panjang pacuan kuda itu. Tentu serasa di zaman di Kacak Midun saja rasanya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau