POHON BERINGIN DI SIMPANG SMA 2
|
Bekas pangkal pohon beringin di Simpang SMA 2 Bukit Sitabur. Foto: Feni Efendi
|
Dulu, di sini tempat anak-anak SMA menunggu sago sepulang se-kolah. Pohon ini tumbang pada 10 November 2019 sesudah ashar, kata Vera Rendani yang tinggal tak jauh dari pohon itu. Begitupun dengan Imelda Dwi Lovina mengatakan bahwa di bawah pohon beringin itu tempatnya menunggu Angkot Sago sepulang sekolah. Kalau kalah bere-but sago sama anak SMA, maka ditunggulah kawan-kawan yang sama rombongan di bawah batang beringin itu lalu baru konvoi jalan pulang.
Sedangkan Rima Dessi mengingat bahwa waktu masuk sekolah ta-hun 1985 masih SMPP namanya. Sewaktu kelas 2 tahun 1986 berganti namanya SMA 3. Dan teringat waktu ospek ia disuruh mananam pinus ke atas Bukit Sitabur itu, katanya. Adapun Bobi Siswanto mengatakan bahwa biarlah cerita kesaksian beringin itu tetap abadi di hati karena terlampau banyak memorinya. Apalagi masa muda sering berteduh di sana, tapi kalau malam tidak duduk di situ, katanya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau