Klub Volli dari Balai Jariang, Air Tabit

 

1.  

KlKlub volli dari Balai Jariang, Air Tabit. Foto: maklumatnews.com

     Masa dulu, klub bola voli dari Balai Jaring Air Tabit ini sangat ter-kenal ke mana-mana. Nama klubnya adalah Baja. Sering ikut kompetisi voli di Sumbar. Daerah lainnya yaitu Balik Bukit Andaleh dan Lubuk Batingkok.

     Pertandingan bola voli ketika itu sering dilakukan di lapangan voli di Kantor KAN Air Tabit (Balai Adat) ini. Biasanya pertandingan itu ramai dikunjungi penonton. Terkadang lapangan itu sering juga meng-adakan parade musik di awal tahun 2000-an. Tentu banyak pula penon-tonnya.

     Permainan voli zaman dulu memang sangat familiar di setiap dae-rah. Setidaknya satu kampung di zaman dulu ada memiliki lapangan voli. Dan permainan ini bisa dimainkan oleh laki-laki dan perempuan. Sangat ramailah lapangan voli di zaman dulu. Ada penjual jagung, ke-rupuk mie kuah, dan lain-lain. Permainan itu akan bubar sendirinya ke-tika adzan magrib berkumandang.

     Lapangan bola voli itu di belakang Balai Adat di Balai Jaring Air Tabit ini. Dulu ada tulisan “Limbago” di intu masuk balainya. Mak-sudnya, Balai Adat ini adalah Balai Luhak Lima Puluh yang kebesa-raannya adalah Limbago. Balai Adat Luhak Lima Puluh lainnya yaitu Balai Gadang di Koto Nan Gadang, Balai Batimah di Tiakar, Balai Gadang di Talago, Balai di Hulu di Situjuh, Balai Malintang di Sitanang.

     Selain itu, Fitrial Bachri juga masih mengingat tentang balai ini. Ka-tanya, di balai itu ia dibesarkan. Mulai dari bermain sisuruak, gapar, olah raga, main drama, belajar silat, randai, nonton layar tancap, kepemim-pinan, dan lain. Dan semua itu jadi kenangan yang tidak terlupakan walaupun dua pertiga usianya hidup di rantau, katanya.

     Sedangkan Widiat Arta La mengabarkan bahwa tentang klub voli Baja ini, mungkin salah satu dari sedikit klub voli di Sumbar saat ini yang rutin menggelar open turnamen voli tingkat lokal, dan antar kab/ kota di Sumbar, Riau, Jambi. Hanya semenjak pandemi kegiatan yang dipelopori Karang Taruna Sopan Santun itu rehat sejenak sembari me-nunggu situasi dan kondisi Covid-19 mereda. Karang taruna ini terbaik tahun 2021 ini dan berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional, katanya.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url