RENDANG BELALANG
Rendang Belalang. Foto: jadesta.kemenparekraf.go.id
Rendang belalang merupakan masakan khas yang bahan utamanya adalah belalang, bukan daging sapi, kambing, atau ayam seperti rendang pada umumnya. Makanan ini berasal dari Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dan rendang belalang bisa menjadi varian rendang tambahan di Kota Payakumbuh untuk dikembangkan.
Adapun cara membuat rendang belalang yaitu terlebih dahulu menncari belalang yang biasanya banyak di sawah yang sudah selesai panen. Masyarakat biasanya menangkapnya beramai-ramai pada malam hari. Dan alat yang perlu disiapkan adalah obor atau senter untuk penerangan dan wadah untuk tempat belalang, seperti botol bekas.
Sedangkan untuk memproses belalang yaitu memuang bagian kaki dan sayap belalang. Biasanya belalang dicuci bersih terlebih dahulu, namun ada juga yang tidak dicuci. Lumuri belalang dengan air jeruk nipis atau air asam untuk mengurangi bau langu dan membuat tekstur lebih krispi. Selanjutnya memasak rendang belalang dengan menyiapkan bumbu halus yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan rempah lainnya sesuai selera. Santan kental dimasak menggunakan api kecil di kuali atau dengan perapian tungku kayu. Setelah santan mendidih, masukkan bumbu halus dan masak hingga harum. Masukkan belalang yang sudah dibersihkan dan lumuri bumbu sampai bumbu meresap. Proses memasak rendang belalang memakan waktu 2 jam atau lebih dengan api kecil hingga santan menyusut dan rendang berwarna kehitaman.
Pembaca bisa menambahkan daun salam, serai, dan lengkuas untuk menambah aroma rendang. Untuk mendapatkan rasa gurih yang lebih kuat, bisa ditambahkan sedikit udang rebon yang disangrai terlebih dahulu. Dan bagi sebagian orang, mungkin belalang kurang familiar. Masakan ini memiliki rasa yang gurih dan pedas, dan kaya akan protein.
Rendang belalang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, di antaranya belalang kaya akan protein, bahkan lebih tinggi daripada daging sapi. Hal ini menjadikan belalang sebagai sumber protein alternatif yang potensial, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi daging merah.
Selain itu, belalang merupakan hewan yang relatif langka, terutama di daerah perkotaan. Hal ini menjadikan rendang belalang sebagai hidangan yang unik dan istimewa, dan berpotensi untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi. Permintaan akan makanan yang unik dan eksotis semakin meningkat, terutama di kalangan wisatawan. Rendang belalang memiliki potensi untuk menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Adapun beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan dari rendang belalang yaitu rendang belalang dapat disajikan sebagai menu utama atau menu pendamping di restoran. Selain itu, rendang belalang dapat dijadikan sebagai hidangan untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan, ulang tahun, dan lainnya. Rendang belalang dapat dijual secara online melalui platform e-commerce atau media sosial. Selain itu, rendang belalang dapat dikemas dalam bentuk souvenir untuk wisatawan.
Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan usaha rendang belalang, antara lain: belalang merupakan hewan yang sulit untuk dibudidayakan, sehingga pasokan bahan bakunya masih terbatas. Masih banyak masyarakat yang menganggap belalang sebagai hewan yang menjijikkan, sehingga mereka enggan untuk mengonsumsinya.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan beberapa solusi, antara lain: perlu dilakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan budidaya belalang, sehingga pasokan bahan bakunya dapat terpenuhi dan juga perlu dilakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kelezatan rendang belalang, sehingga mereka lebih tertarik untuk mengonsumsinya.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau