Tradisi Ratok Suayan dan Ratok Bawak di Bukik Limbuku

 

Foto: Jurnal KOBA Volume 3, No 2

 

Tradisi Ratok Suayan

     Tradisi Ratok Suayan merupakan sebuah tradisi meratap yang berasal dari Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat kematian seseorang sebagai ungkapan rasa duka dan kehilangan. Namun karena modernisasi ataupun tidak dibolehkan dalam keyakinan keagamaan, tradisi ini sudah tidak lagi dilakukan ketika ada kematian di Nagari Suayan.

     Tradisi Ratok Suayan dilakukan oleh seorang "Paratok". Paratok akan menyanyikan syair-syair yang berisi tentang kisah hidup orang yang telah meninggal, kenangan-kenangan indah bersama orang tersebut, serta rasa duka dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Syair-syair yang dinyanyikan dalam tradisi Ratok Suayan biasanya tidak terstruktur dan dibuat secara spontan oleh Paratok. Paratok akan menuangkan perasaannya melalui syair-syair yang menyentuh hati dan penuh makna.

     Tradisi Ratok Suayan memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai ungkapan rasa duka dan kehilangan. Tradisi ini merupakan cara bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mengekspresikan rasa duka dan kehilangan mereka atas kepergian orang yang dicintai. Selain itu, juga sebagai penghormatan kepada orang yang meninggal. Dengan menceritakan kisah hidup dan kenangan-kenangan indah bersama orang yang meninggal, Paratok memberikan penghargaan atas kehidupan orang tersebut. Tradisi Ratok Suayan juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang-orang yang masih hidup bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti akan datang. Tradisi ini juga menjadi media pemersatu bagi masyarakat Nagari Suayan. Saat ada yang meninggal, masyarakat akan berkumpul untuk mendengarkan Ratok Suayan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

     Tradisi Ratok Suayan mengandung beberapa nilai-nilai yang penting, antara lain nilai religius di mana tradisi ini mengandung nilai religius karena di dalamnya terdapat doa-doa untuk keselamatan orang yang meninggal. Tradisi ini juga mengandung nilai sosial karena merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan dalam nilai budaya, Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilestarikan oleh masyarakat Nagari Suayan.

     Pelestarian tradisi Ratok Suayan merupakan tradisi yang perlu dilestarikan karena memiliki banyak nilai-nilai yang penting. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan tradisi ini antara lain dengan melakukan dokumentasi di mana Tradisi Ratok Suayan perlu didokumentasikan agar tidak hilang dan dapat dipelajari oleh generasi penerus. Selain itu juga mengajarkan tradisi kepada generasi muda di mana Tradisi Ratok Suayan perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka dapat memahami dan melestarikan tradisi ini. Selanjutnya dengan mengadakan pertunjukan Ratok Suayan di mana pertunjukan Ratok Suayan dapat diadakan untuk memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas.

 

Tradisi Ratok Bawak Bukik Limbuku

     Tradisi Ratok Bukik Limbuku merupakan sebuah tradisi turun temurun yang masih dilestarikan oleh masyarakat Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Tradisi ini dilaksanakan secara turun temurun tanpa tahu kapan munculnya dan zaman sekarang sudah tidak ada lagi karena pergeseran modernitas serta alasan keagamaan. Dalam tradisi Ratok bawak ini terdapat tempat pelaksanaan, tahap pelaksanaan, pihak yang terlibat, perlengkapan, alat dan benda yang digunakan dan busana yang digunakan dalam upacara tersebut. Faktor penyebab hilangnya tradisi tersebut adalah terdapat larangan dari Rajo atau Raja petinggi adat yang dikaitkan kepada adat nan teradatkan. Dan Tradisi Ratok Bawak ini hanya dimiliki oleh Nagari Bukik Limbuku dan hanya dari Suku Payobada, keturunan Pangulu Basa Nan Koruk.

     Apabila terjadi peristiwa kematian dalam keluarga Pangulu Basa Nan Koruk maka dalam upacara kematian tersebut masyarakat sangat menunggu-nunggu Tradisi Ratok Bawak ini. Ratok bawak menurut masyarakat Bukik Limbuku adalah suatu kesenian tradisional yang disajikan untuk upacara kematian yang berbentuk tangisan yang dibumbui dengan kata-kata dengan menghentak-hentakkan kaki di atas bawak yang diiringi  dengan tepukan tangan. Karena dengan adanya gerakan hentak kaki dan tepuk tangan  maka kadang-kadang masyarakat menyebut kesenian ini dengan istilah Tari Bawak. Tetapi walaupun demikian yang di maksud masyarakat itu tetaplah Ratok Bawak.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url