GEDUNG HALL DI BELAKANG KANTOR BUPATI LAMA

 

Gedung Hall di Belakang Kantor Bupati lama. Foto: Feni Efendi

     Zaman dulu, di gedung hall yang di belakang Kantor Bupati lama ini sering kali diadakan acara parade musik, festival, acara perpi-sahan sekolah. Di depannya ada TK Pertiwi dan kantor Pemadam Kebakaran Kab. Lima Puluh Kota.

     Sebelum dibangun hall, di sini pada tahun 1970/1980-an sebagai gudang pupuk dan tempat parkir mesin giling gledor dan mobil robur, kata Edri Mon. Dan di hall itu juga pernah digelar Festival Baca Puisi se-Sumbar-Riau pada tahun 1994. Puisi wajib yang perlu dibaca saat itu berjudul: Ketika Engkau Bersembahyang karya Emha Ainun Najib. Puisi pilihan judulnya, Dalam Igau Igau Badai karya Adri Sandra dan Catatan Tanah Kelahiran karya Abdul Hadi WM, kata Arlen Ara Guci.  Sedangkan Afrina Hanoum Piliang masih meng-ingat pada tahun 1990 di gedung itu ia ikut Lomba Baca Puisi TK SLTA se-Kota Payakumbuh. Salah satu puisi wajibnya berjudul Rakyat karya Hartoyo Andang Jaya dan Pada-Mu Jua karya Amir Hamzah. Banyak perlombaan saat itu dalam rangka memeriahkan HUT RI, Hadiknas, Harkitnas, Hari Pahlawan, Hari Kesaktian Pancasila, dll.

     Begitupun dengan pengalaman Rikha Noor yang pernah ikut lomba baca puisi dan lomba gerak dan nada yang lagi trend-nya di awal tahun 1990. Sejenis dance atau tarian bebas dulu namanya gerak dan nada. Lomba itu biasanya diadakan di malam hari. Sedangkan Rahmad Afdil-lah menambahkan bahwa dulu Festival Gerak Nada digagas atau di-adakan oleh Group Rekobatif (Remaja Kota Batiah Kreatif).

    Adapula pengalaman Dian Awarta sewaktu sekolah di TK Pertiwi pernah ikut acara fashion show sekitar tahun 1989 atau 1990. Se-dangkan ketika SMA, ia mengikuti festival band serta seleksi untuk PORSENI di zaman dulu juga di gedung ini waktu masih SD.  Sedangkan Aang Aldi Kristian yang mantan atlet senam lantai mengatakan bahwa di hall itu tempatnya dibesarkan pada cabang olahraga senam. “Di sini kami dibina sejak kecil oleh Pak Irwan Gymnast dan Pak Jhon Kenedi. Sedangkan Da Dedi, Budi Sanjaya, Yolanda Puspita Sari Ste, Efrani Galuh Setiawan, Nofri Yanto, adalah jebolan gedung ini. Sampai saat ini, cabor senam Kabupaten Lima Puluh Kota masih berlatih di sini, kata Aang. Ia perta-ma kali ikut Porda IV/1994 di Padang Pariaman dan juara umum senam ketika itu.

     Di hall itu juga pernah diadakan Konser Rock Bangkit Sanjaya tahun 1988, kata Anesmen Chaniago. Dan tempat ini pernah menjadi tempat pelantikan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota hasil Pemilu 2004 dan tempat pelantikan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota hasil Pilkada 2005, kata Budi Mulya. Dan tahun 1980-an juga pernah jadi markas perguruan kungfu Sholin Tze, kata Yogi Satrio. Dan sekarang gedung ini masih dipakai sebagai sarana olah raga seperti badminton, taekwondo, dan senam, kata Jamirus.

     Gedung serbaguna ini adalah terbesar di Payakumbuh pada ma-sanya hingga saat ini dan dilengkapi balkon. Ketika gempa dahsyat melanda daerah Sumbar satu dekade lalu, gedung serbaguna ini ikut jadi korban. Dinding temboknya rusak di beberapa titik walau sudah direhab di titik-titik yang rusak/retak itu, namun semenjak itu pula gedung serba-guna ini tidak difungsikan lagi untuk acara-acara pertemuan dan pertunjukan. Sekarang masih digunakan untuk lati-han dan pertandingan bulu tangkis dan tekwondo, kata Widiat Arta La.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url