Tawuran

 

Tawuran anak sekolah zaman dulu. Foto: static.republika.co.id

     Pada masa tahun 1990-an atau tahun 2000-an, sekolah-sekolah SMK sangat digandrungi di Payakumbuh. Baik sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Sebutlah misalnya STM bagi laki-laki. Dan jika tidak lulus mendaftar di STM Negeri maka sekolah STM swasta pun tak apa. Dan dipastikan hampir tiap tahun antar sekolah melakukan tawuran. Biasanya ketika itu STM A tawuran dengan STM B maka STM C membantu STM A dan STM D membantu STM B. Dan terkadang pada masa itu, sekolah yang berani akan diakui sebagai sekolah bagak secara tak tertulis. Dan anak-anak SMP yang akan tamat ketika itu akan mengidam-idamkan untuk bisa sekolah di STM yang bagak itu.

     Terkadang tawuran bisa juga terjadi antara sekolah STM dengan SMA maka seluruh sekola STM pun bersatu dan menyerang sebuah sekolah SMA tadi. Pernah ketika saya masih SD terjadi tawuran antara sekolah STM dengan sebuah sekolah SMA di Payakumbuh. Hingga po-lisi dan tentara pun dikerahkan untuk mengamankan anak-anak STM itu. Setelah ditelusuri penyebabnya terkadang masalah sepele seperti gara-gara cewek atau tersenggol di jalan maka akhirnya menjadi tawuran antar sekolah.

     Begitulah dunia tawuran anak-anak sekolah di Payakumbuh pada 20 tahun lalu. Seingat saya, tawuran terakhir sebelum terjadinya demo besar-besaran oleh guru dan murid sekota Payakumbuh yang membuat Walikota Darlis Ilyas yang penuh kontroversi itu lengser dari jabatannya di kota ini.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url