Balimau

  

Balimau. Foto: tempo.co


     Acara balimau ini sangat meriah dilakukan pada zaman dulu sehari menjelalang bulan ramadhan. Dan tempat-tempat wisata pemandian sangat penuh dan berdesak-desakan antara laki-laki dan perempuan. Juga antara ibuk-ibuk dan para gadis. Dan tentu acara seperti itu dijadikan pula kesempatan oleh muda-mudi untuk pacaran dalam menyambut bulan yang suci itu.

     Selain berlimau ke tempat-tempat wisata, sebagian daerah juga ada yang datang secara beramai-ramai ke pandam pekuburan untuk mem-bersihkan makam secara bersama-sama. Dan bagi para wanita juga memasak pula sejak pagi dan dibawa ke pandam pekuburan itu untuk makan bersama-sama. Tentu acara makan-makan itu selesai mendoa yang dipimpin oleh seorang ustadz.

     Ada juga acara balimau itu dengan seluruh masyarakat datang ke masjid. Kaum ibu-ibu membawa makanan yang akan dimakan ber-sama-sama. Enak sekali ketika itu, anak-anak bisa memilih makanan apa saja yang enak menurut mereka. Dan setelah itu, acara saling me-maafkan sesama warga juga dilakukan untuk menyambut bulan yang suci itu. Dengan adanya saling memaafkan maka dipercaya ibadah puasa akan lebih terima dan memasuki bulan suci dan hati yang suci juga.

     Sebagian daerah di Payakumbuh ada pula daerah yang mengadakan acara selawatan dan yassinan sebulan sebelum bulan ramadhan itu datang. Dan ini masih dalam agenda balimau untuk menyambut bulan suci ramadhan. Setiap malam sesudah isya atau magrib itu, selalu saja ada satu atau dua rumah yang didatangi oleh grup shalawatan dan yasinan yang telah mengantri jauh hari sebelumnya. Di sana nanti sesudah shalawatan dan yassinan itu tuan rumah akan menyuguhi makan dan kue-kue kepada tamu yang datang dan di momen itu pula saling maaf-memaafkan dalam menyambut bulan suci ramadhan.

     Dan sehari sebelum bulan suci itu, orang-orang pergi ke pasar untuk membeli bunga rampai yang dijual orang khusus untuk balimau. Di dalam bunga rampai itu terdiri dari daun pandan yang diracik, jeruk nipis, bunga-bunga tujuh ragam. Caranya bunga rampai tadi dimasukkan ke dalam panci yang sudah diisi air secukupnya. Lalu berniat ibdah puasa bulan ramadhan dengan membaca bacaan yang kita hapal. Rendam tangan ke dalam air bunga rampai itu lalu diusapkan ke kepala sebanyak tiga kali dengan meniatkan untuk balimau di bulan puasa itu nanti.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url