Eks. Kantor Walikota Payakumbuh

 

Eks. Kantor Walikota Payakumbuh. Foto: Feni Efendi

Di balik hiruk pikuk Pasar Pabukoan Payakumbuh yang semarak setiap Ramadan, tersembunyi sebuah jejak sejarah yang mulai pudar. Jalan Sutan Usman, yang kini dipenuhi lapak-lapak penjual takjil, dulunya merupakan saksi bisu awal mula berdirinya pemerintahan Kota Payakumbuh. Di sanalah, tepatnya di sebuah bangunan yang kini lebih dikenal sebagai bekas showroom Suzuki Elang Perkasa Motor, berdiri kantor Walikota Payakumbuh pertama.

     Kisah ini bermula pada tahun 1970, ketika Sutan Usman, seorang tokoh terkemuka yang juga dikenal sebagai Raja Pagaruyung, ditunjuk sebagai Walikota Payakumbuh pertama. Di bawah kepe-mimpinannya, bangunan sederhana itu menjadi pusat pemerintahan, tempat di mana kebijakan-kebijakan penting dirumuskan dan dilak-sanakan. Lokasinya yang strategis, di jantung kota dan dekat dengan pusat perdagangan, menjadikannya pilihan yang ideal sebagai kantor pemerintahan.

     Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan kota, kantor Walikota Payakumbuh dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif. Bangunan di Jalan Sutan Usman pun beralih fungsi, menjadi showroom mobil dan kemudian ditinggalkan. Jejak sejarah sebagai kantor walikota pertama perlahan-lahan memudar, tertutup oleh ingar-bingar aktivitas komersial.

     Kini, yang tersisa hanyalah ingatan kolektif masyarakat Payakumbuh, terutama mereka yang hidup di era awal berdirinya kota. Jalan Sutan Usman, yang dinamai untuk menghormati sang walikota pertama, menjadi pengingat bisu akan masa lalu tersebut. Setiap Ramadan, ketika jalan ini berubah menjadi Pasar Pabukoan, seolah-olah roh Sutan Usman kembali hadir, menyaksikan denyut nadi kota yang pernah dipimpinnya.

     Sayangnya, bangunan bekas kantor walikota pertama itu tidak lagi memiliki penanda atau plakat yang menginformasikan nilai sejarahnya. Banyak generasi muda Payakumbuh yang tidak mengetahui bahwa bangunan tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan kota. Padahal, keberadaan bangunan bersejarah ini memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari wisata sejarah kota. Pemerintah Kota Payakumbuh, bersama dengan para sejarawan dan budayawan setempat, perlu mengambil langkah-langkah untuk melestarikan dan mengedukasi masyarakat tentang sejarah eks kantor walikota pertama ini. Pemasangan plakat atau penanda sejarah, penyelenggaraan pameran foto dan dokumen, serta pembuatan video dokumenter dapat menjadi cara untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang masa lalu kota.

     Eks kantor Walikota Payakumbuh di Jalan Sutan Usman bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah simbol dari awal mula perjalanan Kota Payakumbuh, jejak langkah seorang pemimpin visioner, dan bagian penting dari identitas kota. Dengan melestarikan dan mempromosikan sejarahnya, kita tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi mendatang untuk membangun Payakumbuh yang lebih baik.

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url