Kabupaten Dharmasraya: Penyebaran Penduduk dan Potensi Daerah
![]() |
| Foto: wikipedia |
Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat telah memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan kerajaan Melayu kuno. Dan nama "Dharmasraya" berasal dari prasasti Padang Roco, yang menyebutkan Dharmasraya sebagai ibukota Kerajaan Malayapura. Dan Kerajaan Malayapura ini berkembang pesat pada abad ke-11 hingga 14, menggantikan kejayaan Sriwijaya.
Selain itu, Dharmasraya menjadi pusat perdagangan dan budaya penting di Sumatera. Peninggalan sejarah seperti prasasti, candi, dan situs purbakala masih dapat ditemukan di Dharmasraya, menjadi bukti kejayaan kerajaan ini. Dan Kabupaten Dharmasraya dibentuk pada tahun 2003, hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Pemekaran ini didorong oleh keinginan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Dan Kabupaten Dharmasraya resmi diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.
Sejak pemekaran, Kabupaten Dharmasraya telah mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang. Ekonomi daerah bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Dan Kabupaten Dharmasraya juga memiliki potensi wisata alam dan budaya yang menarik. Kabupaten Dharmasraya terletak pada posisi 00048’25,4”- 1041’40,3” LS dan 10108’32,5’’-101053’30,2” BT. Kabupaten Dharmasraya terletak pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatra Barat dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Riau yang dilewati jalur Lintas Tengah Sumatra. Luas Wilayah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Perda No 4 Tahun 2009 yaitu 2.961,13 km2 (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan pemetaan hasil digitasi citra spot 5 pada RPJMD Kabupaten Dharmasraya memiliki luas 3.025,92 km2 ( 302.599 Ha ).
Secara administratif, Kabupaten Dharmasraya terdiri dari 11 Kecamatan dan 52 Nagari serta 260 Jorong, dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sijunjung, serta Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau; sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi; sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
Adapun kecamatan di Kabupaten Dharmasraya yaitu Sungai Rumbai, Koto Besar, Asam, Koto Baru, Koto Salak, Tiumang, Padang Laweh, Sitiung, Timpeh, Pulau Punjung, Sembilan Koto dengan total 52 nagari. Kecamatan Koto Besar memiliki wilayah terluas yaitu sebesar 488,19 km2, atau dari 16,47% dari total wilayah Kabupaten Dharmasraya, sedangkan Kecamatan Sungai Rumbai memiliki luas terkecil yaitu hanya 47,63 km2 atau 1,6% dari total luas wilayah Kabupaten Dharsmasraya. Dan berdasarkan Perda No.4 Tahun 2009 Kabupaten Dharmasraya telah terbentuk dan telah ditetapkan 52 Nagari yang tersebar di seluruh Kecamatan, 1 Nagari Koto Gadang Kecamatan Koto Besar. Mengingat begitu luasnya Nagari dan masalah yang semakin Kompleks, maka di tingkat yang lebih kecil dihidupkan Pemerintahan Jorong. Hingga tahun 2019 di Kabupaten Dharmasraya tekah diteteapkan sebantyak 260 Jorong.
Penyebaran Penduduk
Perencaan pembangunan daerah sangat erat kaitannya dengan jumlah serta perkembangan penduduk karena perencanaan dilakukan berorientasi pada kebutuhan penduduk. Penduduk dengan jumlah yang terus bertambah kemudian kegiatannya yang kompleks sementara lahan yang tersedia terbatas maka perencanaa sanagat berperan untuk mengatur penduduk dan kebutuhan terhadap segala kegiatan yang kompleks.
Berdasarkan data penduduk (hasil sensus penduduk 2013-2019), terdapat kecendurangan peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Dharmasraya setiap tahunnya, jika dilihat dari selisih antar jumlah penduduk tahun 2013 ke tahun 2019 menunjukan adanya pertambahan penduduk sebesar 36.890 jiwa denfan pertumbuhan rata-rata sebesar 2,73% pertahun. Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2019, jumlah pendududk Kabupaten Dharmasraya adalah sebanyak 247.579 jiwa yang terdiri dari 128.401 jiwa penduduk laki-laki dan 119.178 jiwa penduduk peremupan. Smentara besarnya angka sex ratio jenis kelamin tahun 2019 penduduk laki-laki terhadapa penduduk perempuan sebesar 107,74%. Sementara pada tahun 2013 junlah penduduk Kabupaten Dharmasraya yaitu sebanyak 210.689 jiwa denfgan jumlah penduduk laki-laki 108.939 jiwa dan jumlah penduduk peremupan 101.750 jiwa dengan angka sex ratio sebesar 107,02%
Penyebaran penduduk di masing-masing kecamatan sangat beragam, kepadatan penduduk tertinggi di tahun 2013-2019 berada di Kecamatan Sembilan Koto sebesar 31%, dan Kecamatan Sembilan Koto yang menjadi pusat daerah pmerintah sebesar 31%, diikuti oleh Kecamatan Pulau Punjung 13%, kemudian Kecamatan Koto Baru sebesar 11%, sedangkan kepadatan penduduk terkecil berada di Kecamatan Padang Laweh yaitu hanya sebesar 2% di Kabupaten Dharmasraya.
Kabupaten Dharmasraya terdiri dari sebelas Kecamatan, dengan jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Pulau Punjung pada tahun 2019, mencapai 50,77% jiwa. Kecamatan Koto Baru berada di peringkat kedua dengan populasi sekitar 34,98% jiwa. Sementara itu, Kecamatan Sembilan Koto memiliki jumlah penduduk yang paling rendah, yaitu sekitar 9,00% jiwa. Adapun rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk dari tahun 2013 hingga 2019 menunjukkan bahwa Kecamatan Asam Jujuhan memiliki laju pertumbuhan tertinggi, yakni sekitar 9,09% per tahun. Hal ini menandakan peningkatan signifikan dalam jumlah kelahiran di Kecamatan Asam Jujuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Padang Laweh berada di urutan kedua dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 6,40% per tahun. Sementara itu, Kecamatan Tiumang memiliki pertumbuhan terendah, hanya sekitar 0,38% per tahun.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
