MAN 2 Payakumbuh

 

MAN Negeri 2 Payakumbuh. Foto: Feni Efendi

 

Berdasarkan situs resmi dari MAN 2 Payakumbuh yaitu man2payakumbuh.mysch.id mengabarkan bahwa cikal bakal madrasah ini berasal dari Mahad Islamy yaitu salah satu perguruan/lembaga pendidikan islam di Sumatera Tengah di Payakumbuh yang didirikan oleh Buya H. Zainuddin Hamidy pada tahun 1930. Tinggi kiprah Mahad Islamy dalam mencerdaskan bangsa mengembangkan pendidikan serta mempelopori pendidikan modern yang berjiwa keagamaan, menjadikan antusias masyarakat semakin tinggi. Ini terbukti dengan kedatangan siswa dari seantero Sumatera Tengah dulunya, sebagian Sumatera Selatan, Bengkulu, bahkan ada yang datang dari Melayu (Malaysia). Pada awal tahun 1960-an, animo masyarakat untuk memasuki sekolah swasta terasa berkurang. Orang berebut memasuki sekolah umum terutama Madrasah Umum Negeri dengan harapan ijazah sekolah negeri lebih mudah untuk dipergunakan bagi penerimaan pegawai pada kantor pemerintah.

     Selanjutnya dari website tersebut menjelaskan bahwa pada jajaran kementrian agama, sekolah yang dapat menyalurkan masyarakat untuk men-jadi pegawai adalah PGAN yang tamatan/ lulusannya langsung diangkat seba-gai guru agama negeri, pada sekolah negeri maupun swasta. Sementara di Sumatera Barat pada waktu itu baru ada 2 PGAN, yaitu di Padang dan di Bukittinggi. Bertolak dari tekad dan keinginan agar di Luhak 50 Kota dan sekitarnya ini tetap lanjut dan berkembang lembaga pendidikan agama, maka pada bulan Juli 1963 Pengurus Yayasan Mahad Islamy bersama majelis guru sepakat mengusulkan kepada pemerintah supaya sekolah Mahad Islamy dijadikan PGA Negeri, yang pada waktu itu telah melaksanakan kurikulum PGA Negeri.

     Lalu informasi selanjutnya bahwa setelah beberapa kali mengusulkan dan dikuatkan oleh pemerintah daerah, maka pada bulan Juni 1966 diresmikan SK Menteri Agama RI No. 23/1966 tanggal 20 April 1966 tentang perobahan PGA Mahad Islamy menjadi PGAN 4 tahun Payakumbuh, dan diresmikan pada tanggal 15 September 1966 oleh Bapak Arso, Direktur Pendidikan Agama Islam, atas nama Menteri Agama. Sebagai pimpinan sementara ditunjuk Basyar Mukhtasar, dibantu 7 orang guru negeri dan beberapa guru honor. Dalam pengembangan selanjutnya PGAN 4 tahun berusaha menarik masyarakat dengan membentuk wadah mitra penanggung jawab pendidikan melalui pem-bentukan Badan Usaha Kesejahteraan Sekolah (BUKS) yang anggota pengu-rusnya terdiri dari orang tua siswa dan pemuka masyarakat. 4 tahun kemudian tepatnya pada bulan Juni 1970 PGAN 4 tahun Payakumbuh ditingkatkan menjadi PGAN 6 tahun sesuai dengan SK Menteri Agama No. 76 tahun 1970 tertanggal 25 Mei 1970 dengan pimpinan sementara Basyar Mukhtasar.

     Informasi lebih lanjut bahwa pada tanggal 9 September 1971 Kepala Sekolah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, pimpinan sementara sekolah dilanjutkan oleh Sabirin Manany yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Pada tanggal 29 Januari 1972 Kepala Kakanwil Dep. Agama Prop. Sumatera Barat menyerahkan DIK sekolah kepada Wakil Kepala Sekolah Sabirin Manany, bersamaan dengan itu Kakanwil menunjuk Baha-ruddin Buyung Kepala Kantor Pendidikan Agama Kab. 50 Kota sebagai Care Taker Kepala PGAN 6 tahun dan mengangkat Sabirin Manany sebagai bendaharawan.

     Adapun pembangunan Gedung Madrasah Pada tahun 1972 pengurus BUKS (Badan Uasaha Kesejahteraan Sekolah) membeli tanah seluas 950 M2 dengan menggunakan dana yang bersumber dari: simpanan sekolah semasa pimpinan alm. Basyar Mukhtasar Rp.120.000,-, sumbangan pembangunan sis-wa baru, sumbangan rutinitas bulanan majelis guru, infak sedekah, wakaf dan zakat masyarakat. Dan pada tanggal 24 April 1973 dimulai peletakan batu pertama pembangunan gedung oleh Walikota pertama Payakumbuh Sutan Usman, pada waktu itu kepala sekolah definitif telah dijabat oleh Amiruddin. S, BA, yang serah terimanya dilakukan pada tanggal 27 September 1972. Pem-bangunan gedung swadaya ini selesai 7 lokal permanen tahun 1976.

     Selanjutnya pada tanggal 15 April PGAN 6 tahun mulai meninggalkan Mahad Islamy dan menempati gedunganya yang baru yang dihuni saat ini, yang terletak pada lingkup 3 kelurahan yaitu Kelurahan Balai Nan Duo, Kelurahan Sungai Pinago dan Kelurahan Tanjuang Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Dan pada tahun 1990/1991 melalui kebijaksanaan pemerintah, PGAN tersebut diubah menjadi MAN 2 dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama. Melihat perkembangan mutu pendidikan agama di madrasah ini cukup menonjol dan minat masyarakat terhadap pendidikan agama semakin meningkat maka berdirilah Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN) pada tahun 1997/1998 yang terintegrasi dengan MAN 2 Payakumbuh.

     Adapun MAKN ini merupakan sekolah khusus yang memiliki program pendalaman ilmu keislaman, dengan materi-mereri pelajaran lebih menfokuskan pada mata pelajaran agama islam, seperti: ilmu tafsir, fiqih, ilmu hadits dan lain-lain. Sedangkan materi umum yang dipelajari siswa MAKN hanya materi-materi yang akan diujikan pada Ujian Akhir Nasional (UAN), termasuk juga pelajaran yang dianggap akan selalu dipakai dan dibutuhan kelak di kemudian hari, yang biasanya menyangkut penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan pada tahun 2007 MAN 2 Payakumbuh tidak lagi menerima jurusan MAK hal ini disebabkan adanya peraturan baru yang menghapuskan MAK ini, namun sistem pembelajaran yang selama ini digunakan untuk siswa-siswi MAK akan tetap digunakan karena saat ini MAN 2 Payakumbuh memiliki Pondok Pesantren yang diberi nama Darul Irsyad.

 

Referensi Bacaan

Sejarah yang dikutip sepenuhnya di dalam huruf miring di https://man2pa-yakumbuh.mysch.id

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url