SIMPANG KASDA DAN SIMPANG HASDAR
1. Simpang Hasdar. Foto: Jaya Ponsel
Tujuan Soekarno menemui kedua ulama pendiri Perguruan Darul Funum Abasiyah itu adalah untuk meminta nasihat atau pendapat tentang bagaimana konsep atau dasar negara ini di suatu hari nanti. Maka Syekh Abas Abdullah memberikan nasihat bahwa salah satu da-sar negara ini harus berlandaskan ketuhanan. Dan hal itu telah tertuang di dalam Pancasila butir pertama sampai saat sekarang ini. Agar Soe-karno tidak lupa, maka Syekh Abas pun memberikan sebuah peci untuk itu. Sampai sekarang peci itu masih disebut peci BK (Bung Karno).
Selain Soekarno, di Hotel Hasdar ini juga pernah menginap rombo-ngan yang diutus oleh Moh. Hatta untuk mencari pejabat-pejabat PDRI yang dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara. Dan rombongan utusan Hatta itu pun terdiri dari Moh. Natsir, Dr. Leimena, dll. Lokasi Hotel Hasdar itu di Toko Jaya Ponsel sekarang ini. Dan Amirul Wear juga menerangkan bahwa di Simpang Hasdar itulah para saudagar dari Mu-diak seperti Pak Uwo Sai berjualan barang hasil hutan dan Nazaruddin (Nazar Bodex), bapaknya Nasir Chas berniaga, katanya. Adapun Damar-das Nurman menambahkan informasi bahwa kopiah BK itu adalah buat-an Rus Tani, termasuk juga kupiah Bung Hatta buatan baliau, modelnya agak tinggi, selain buatan A. Sjarbaini, katanya. Adapun Rahmad Afdil-lah mengatakan bahwa Kasda merupakan singakatan nama dari Kara-mah, Sawiyah, dan Darawih yaitu 3 bersaudara pemiliknya, kata Rahmad menambahkan.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau