Bisnis Transportasi di Lima Puluh Kota: Angkutan Umum, Betor (Becak Motor), Angkutan Barang

 



Usaha transportasi juga berkembang pesat di Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini untuk memudahkan wisatawan untuk berkeliling di Kabupaten Lima Puluh Kota. Usaha transportasi yang berkembang di Kabupaten Lima Puluh Kota meliputi angkutan umum, taksi, dan rental mobil. Dan usaha transportasi di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu sektor penting yang berperan dalam menunjang perekonomian daerah. Usaha transportasi di Kabupaten Lima Puluh Kota terdiri dari berbagai moda transportasi, yaitu:

 

Angkutan Umum

Angkutan umum di Kabupaten Lima Puluh Kota melayani rute antar kecamatan dan antar kota di dalam kabupaten. Moda angkutan umum perkotaan yang tersedia di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah angkutan kota (angkot), angkutan mikrolet, dan angkutan bus.

 

Betor (Becak Motor)

Selain angkot, terdapat pula angkutan umum perkotaan lain di Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu angkutan becak motor (betor). Betor merupakan kendaraan roda tiga yang dimodifikasi dengan memasang mesin motor di bagian belakang. Betor biasanya melayani rute-rute yang tidak dilalui oleh angkot, seperti rute-rute di kawasan kumuh. Tarif betor lebih mahal daripada angkot, yaitu Rp5.000 per penumpang untuk jarak dekat dan Rp7.000 per penumpang untuk jarak jauh. Betor beroperasi setiap hari mulai dari pagi hingga malam hari.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus berupaya untuk meningkatkan  kualitas  angkutan  umum  perkotaan  di  daerah tersebut. Salah satunya dengan melakukan penataan rute dan tarif angkutan umum. Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum sebagai upaya mengurangi kemacetan dan polusi udara.

 

Angkutan Barang

Angkutan barang di Kabupaten Lima Puluh Kota melayani kebutuhan transportasi barang antar wilayah di Kabupaten Lima Puluh Kota, antar kabupaten/kota di Sumatera Barat, dan antar pulau di Indonesia. Moda angkutan barang yang tersedia di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah truk, mobil box, dan kapal laut.

Usaha transportasi di Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian daerah. Usaha transportasi ini berperan dalam: pertama, meningkatkan mobilitas penduduk. Usaha transportasi memudahkan penduduk untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain, baik untuk kepentingan bekerja, bersekolah, berobat, maupun untuk keperluan lainnya; kedua, meningkatkan pemerataan pembangunan. Usaha transportasi membantu mendistribusikan hasil-hasil pembangunan ke seluruh wilayah kabupaten. Hal ini dapat meningkatkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Lima Puluh Kota; ketiga, meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Usaha transportasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan cara mempermudah pergerakan barang dan jasa.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha transportasi di daerah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dan untuk mendukung pembangunan daerah.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url