Gudang Kuliner, di Kota Padang Panjang

 

Foto: liputan6.com

     Kota Padang Panjang, memiliki potensi ekonomi kuliner yang sangat besar. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya disebabkan oleh kekayaan kulinernya yang beragam, seperti Sate Mak Syukur, martabak mesir, teh talua, ampiang dadiah,  lapek bugi, dll. Selain itu juga disebabkan oleh lokasi strategis. Di mana Kota Padang Panjang terletak di jalur utama yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi sehingga mudah diakses oleh wisatawan.

     Semua hal tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah untuk pengembangan ekonomi kuliner, seperti pembangunan infrastruktur, ataupun mengadakan festival kuliner dan pameran. Dan juga dilakukannya pemberdayaan UMKM dengan memberikan pelatihan dan bantuan modal kepada pelaku usaha kuliner.

     Potensi ekonomi kuliner dalam peningkatan pendapatan di mana ekonomi kuliner dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, baik bagi pelaku usaha kuliner maupun masyarakat sekitar. Selain itu juga dapat menciptakan lapangan kerja baru, seperti juru masak, pelayan, dan pedagang. Dan yang tak kalah penting yaitu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

      Adapun tantangan dalam pengembangan wisata kuliner di Kota Padangpanjang di antaranya persaingan antar pelaku usaha kuliner cukup ketat, sehingga dapat perlu meningkatkan kualitas dan ciri khas kulinernya, sehingga ini menimbulkan trend positif. Selain ketersediaan infrastruktur, seperti tempat makan dan toilet, masih perlu ditingkatkan. Dan juga promosi wisata kuliner masih perlu ditingkatkan untuk menarik wisatawan. Dan memang, potensi ekonomi kuliner Kota Padang Panjang sangat besar. Dengan dukungan pemerintah dan pengembangan yang berkelanjutan, ekonomi kuliner dapat menjadi salah satu sektor utama penggerak ekonomi Kota Padang Panjang.

     Berikut ini tempat kuliner di Kota Padang Panjang yang sudah terkenal oleh wisatawan dari luar daerah di antaranya Pasar Kuliner Padang Panjang di mana Pasar Kuliner Padang Panjang adalah sebuah surga bagi para pecinta kuliner. Terletak di Jalan Sudirman, tepatnya di pusat kota dan pasar kuliner ini menjadi magnet bagi para pengunjung yang datang ke Kota Padang Panjang.

     Pasar Kuliner Padang Panjang buka setiap hari mulai dari jam 4 sore hingga 3 pagi. Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai macam makanan khas Padang, seperti rendang, sate padang, nasi kapau, dan masih banyak lagi. Selain itu, wisatawan juga dapat menemukan berbagai macam makanan dari daerah lain di Indonesia, seperti soto, bakso, dan mie goreng. Adapun harga makanan di Pasar Kuliner Padang Panjang relatif murah. Wisatawan dapat menikmati makanan yang lezat dengan harga yang terjangkau. Tempat duduk di sini cukup banyak sehingga tidak perlu khawatir untuk kehabisan tempat duduk.

     Selain itu juga ada Sate Mak Syukur yang tidak dilewatkan oleh para wisatawan. Sate Mak Syukur adalah sate padang legendaris yang berasal dari Kota Padang Panjang yang sudah ada sejak sebelum Indonesia Merdeka. Dan Sate Mak Syukur ini berdiri sejak tahun 1941, membuatnya menjadi kuliner yang sudah melegenda.

     Sate Mak Syukur menggunakan daging sapi lokal, khususnya bagian punuk dan iga yang memiliki sedikit lemak. Uniknya, kuah sate mereka berwarna kuning, berbeda dengan sate Padang pada umumnya yang berwarna merah. Dan Sate Mak Syukur sering disingkat dengan SMS oleh para pelanggannya.

     Kuliner lainnya yaitu Roti Tenonk, di mana Roti Tenonk adalah jajanan populer yang berasal dari Kota Padang Panjang. Roti ini sebenarnya roti tawar yang digoreng dengan tepung khusus dan diberi berbagai macam topping. Beberapa rasa favorit termasuk coklat keju, dan ada juga yang kekinian dengan isian pisang. Uniknya, nama "Tenonk" sendiri bukan berasal dari resep rotinya, melainkan dari panggilan akrab sang penjual pertama! Meskipun terbilang baru, mulai terkenal sekitar tahun 2007, Roti Tenonk sekarang menjadi kuliner wajib coba kalau wisatawan berkunjung ke Padang Panjang.

     Ada juga kuliner yang jarang dilewatkan oleh wisawatan yaitu Pondok Lamang & Kawa Daun Pak Pangeran terletak di Jalan Raya Bukittinggi-Padang, tepatnya di daerah Aie Angek, Bukittinggi, Sumatera Barat. Jam buka setiap hari, dari jam 7 pagi hingga 7 malam dengan kisaran harga lamang sekitar Rp 20.000 per potong dan kawan sekitar Rp 10.000 per gelas dan makanan lainnya kisaran Rp 15.000 - Rp 25.000 per porsi.

     Pondok Lamang & Kawa Daun Pak Pangeran adalah sebuah kedai sederhana yang menyajikan lamang dan kawa daun, dua kuliner khas Minangkabau yang terkenal. Lamang adalah beras ketan yang dimasak di dalam bambu, sedangkan kawa daun adalah kopi yang dicampur dengan daun kopi muda dan direbus. Kedai ini didirikan oleh Pak Pangeran, seorang pria yang berasal dari Bukittinggi. Pak Pangeran sudah membuat lamang dan kawa daun sejak puluhan tahun yang lalu, dan resepnya diwariskan turun-temurun dari keluarganya.

     Lamang di Pondok Lamang & Kawa Daun Pak Pangeran terkenal dengan teksturnya yang pulen dan aromanya yang harum. Lamang ini dimasak dengan menggunakan bambu segar sehingga memberikan rasa yang khas dan berbeda dengan lamang yang dimasak dengan cara biasa. Dan Kawa daun di Pondok Lamang & Kawa Daun Pak Pangeran juga terkenal dengan rasanya yang unik dan khas. Selain lamang dan kawa daun, Pondok Lamang & Kawa Daun Pak Pangeran juga menyajikan berbagai macam makanan khas Minangkabau lainnya, seperti rendang, dendeng balado, dan sambal lado tanak. Kedai ini menjadi tempat yang populer bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner khas Minangkabau. Kedai ini juga sering dikunjungi oleh para pejabat dan tokoh masyarakat.

     Kuliner lainnya di Padangpanjang yaitu Restoran Gumarang yang merupakan salah satu rumah makan legendaris di Padang Panjang yang terkenal dengan masakan Padangnya yang lezat. Restoran ini didirikan pada tahun 1926 dan telah menjadi tempat favorit bagi penduduk lokal dan wisatawan selama beberapa generasi. Dan Restoran Gumarang ini menyajikan berbagai macam masakan Padang, termasuk rendang, ayam pop, dendeng balado, dan gulai otak. Restoran ini juga terkenal dengan sambal lado hijaunya yang pedas dan gurih.

     Salah satu menu yang paling populer di Restoran Gumarang adalah dendeng balado. Dendengnya terbuat dari daging sapi yang diiris tipis dan digoreng kering, kemudian dibalut dengan sambal balado yang pedas dan gurih. Dan Restoran Gumarang ini terletak di pusat kota Padang Panjang sehingga mudah diakses dengan kendaraan umum atau pribadi. Restoran ini memiliki dua lantai dengan tempat duduk yang cukup banyak.

     Adapun kuliner di Padang Panjang, apalagi di pagi hari, yang terkenal yaitu Katupek Pitalah. Katupek Pitalah Padang Panjang dalam bahasa Indonesia memang merujuk pada makanan khas Sumatera Barat, yaitu ketupat sayur. Katupek adalah bahasa Minangkabau yang berarti ketupat dan pitalah adalah nama sebuah tempat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang terkenal sebagai daerah asal katupek pitalah. Istilah ini merujuk pada hidangan ketupat yang disiram dengan sayur gulai.  Meskipun ketupat sayur umum ditemukan di Indonesia, Katupek Pitalah memiliki kekhasannya tersendiri, mungkin dari bumbu atau isian sayur gulainya.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url