Masjid Asasi, Awalnya Bernama Surau Gadang di Sigando, Kota Padang Panjang
Foto: wikipedia
Sedangkan Masjid Asasi (awalnya bernama Surau Gadang) terletak di Kelurahan Sigando yang memiliki arsitektur yang indah. Masjid Asasi ini memiliki banyak potensi wisata yang dapat menarik pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Di mana Masjid Asasi ini merupakan salah satu masjid tertua di Sumatera Barat yang didirikan pada tahun 1770. Masjid ini memiliki arsitektur tradisional Minangkabau yang unik dan menarik dengan atap gonjong yang khas. Nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi menjadikan Masjid Asasi sebagai salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.
Selain itu, Masjid Asasi ini dikelilingi oleh alam yang masih asri dan sejuk. Pemandangan alam yang indah ini dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menenangkan diri dan mencari ketenangan jiwa. Selain tempat beribadah, Masjid Asasi ini juga sebagai pusat pendidikan dan keagamaan. Di masjid ini terdapat berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan yang dapat diikuti oleh pengunjung, seperti pengajian, pesantren kilat, dan tahfidz Quran.
Masjid Asasi ini mudah diakses oleh pengunjung. Masjid ini terletak di pusat kota Padang Panjang dan dapat dijangkau dengan berbagai jenis kendaraan. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata Masjid Asasi di antaranya dengan promosi dan pemasaran yang gencar untuk mengenalkan Masjid Asasi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu juga perlu dilakukan pengembangan infrastruktur di sekitar Masjid Asasi, seperti pembangunan jalan, taman, dan tempat parkir. Dan yang tidak kalah penting yaitu peningkatan kualitas pelayanan kepada pengunjung, seperti penyediaan pemandu wisata dan pelatihan bagi pengelola masjid. Dengan pengembangan yang optimal, Masjid Asasi dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik di Sumatera Barat.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
