Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma di Bukittinggi

 

Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma. Foto: geotourism.guide

     Museum ini memiliki sejarah panjang dan menarik yang digagas oleh Brigjen Widodo, salah seorang pimpinan TNI wilayah Sumatera Tengah. Gagasan itu dilanjutkan oleh Brigjen Soemantoro dan museum didirikan pada tanggal 16 Agustus 1973.

     "Tridaya Eka Dharma" berarti tiga unsur kekuatan satu pengabdian. Nama ini terinspirasi oleh falsafah Minang "Tigo Tungku Sajarangan" yang melambangkan tiga kekuatan utama Minangkabau: ulama, cadiak pandai, dan raja/pemangku adat. Dan tujuan pendirian museum ini sebagai sarana komunikasi antar generasi dan untuk mewariskan semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan. Selain itu juga untuk menampilkan bukti-bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Sumatera Barat.

      Museum ini menempati bangunan bekas rumah peristirahatan Gubernur Sumatera. Dan bangunan ini diresmikan oleh Bung Hatta pada tahun 1973. Adapun museum ini memiliki berbagai koleksi benda bersejarah, seperti: senjata api dan senjata tradisional, perlengkapan perang, pemancar radio dan alat penerima sinyal, telepon, pakaian para tentara Indonesia dan tentara asing, dan foto-foto dan dokumen sejarah

     Adapun museum ini dikelola oleh Kodam I Bukittinggi yang berfungsi selain sebagai tempat wisata sejarah, museum ini juga digunakan untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan, penelitian sejarah, dan kegiatan sosial dan budaya. Dan museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan tiket masuk museum: dewasa: Rp. 5.000 dan anak-anak: Rp. 3.000. Museum ini menyediakan layanan guide bagi pengunjung yang ingin mendapatkan informasi lebih detail tentang koleksi museum.

     Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma merupakan tempat yang penting untuk mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Sumatera Barat. Museum ini memiliki koleksi yang lengkap dan menarik, serta menawarkan berbagai kegiatan edukatif bagi pengunjung.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url