Pasar Pagi Tembok, Pusat Perdagangan dan Kuliner di Bukittinggi
Pasar Pagi Tembok terletak di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, memiliki sejarah panjang dan menarik. Pasar ini telah menjadi pusat perdagangan dan kuliner penting bagi masyarakat Bukittinggi selama lebih dari 70 tahun.
Pasar Pagi Tembok didirikan pada tahun 1946, tak lama setelah kemerdekaan Indonesia. Awalnya, pasar ini hanya berupa deretan lapak-lapak kecil yang menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari. Seiring waktu, pasar ini berkembang pesat dan menjadi salah satu pasar terbesar di Bukittinggi. Dan nama "Pasar Pagi Tembok" berasal dari lokasi pasar ini yang berdekatan dengan tembok benteng peninggalan Belanda. Tembok ini dulunya merupakan bagian dari benteng Fort de Kock, yang dibangun pada masa kolonial Belanda.
Pasar Pagi Tembok terkenal dengan berbagai macam produk yang dijual, mulai dari bahan makanan segar, pakaian, elektronik, hingga souvenir khas Bukittinggi. Pasar ini juga menjadi surga bagi pecinta kuliner karena di sini terdapat berbagai macam jajanan tradisional dan modern yang lezat. Dan beberapa jajanan yang terkenal di Pasar Pagi Tembok antara lain: kue talam, kue cucur, kue lapis, dendeng balado, sate padang, soto padang, dll.
Pasar Pagi Tembok buka setiap hari mulai dari jam 4 pagi hingga 12 siang. Pada hari Minggu, pasar ini juga buka pada sore hari, mulai dari jam 3 sore hingga 6 sore. Dan Pasar Pagi Tembok bukan hanya sekedar tempat berbelanja, tetapi juga merupakan bagian penting dari budaya Bukittinggi. Pasar ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Dan Pasar Pagi Tembok juga menjadi saksi bisu perkembangan Kota Bukittinggi selama bertahun-tahun. Pasar ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bukittinggi dan akan terus menjadi landmark penting bagi kota ini.
Pada tahun 2017, Pasar Pagi Tembok mengalami renovasi besar-besaran. Renovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung pasar. Renovasi ini juga bertujuan untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya Pasar Pagi Tembok. Dan setelah direnovasi, Pasar Pagi Tembok menjadi lebih modern dan nyaman. Pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toilet, musala, dan tempat parkir. Jalan-jalan di dalam pasar juga diperlebar dan ditata dengan rapi.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau