Ukiran Kayu di Dharmasraya
![]() |
| Foto: courtina.id |
Kerajinan tangan yang terbuat dari kayu dan biasanya dibuat menjadi berbagai macam benda, seperti furniture, hiasan rumah, dan souvenir. Ukiran kayu di Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang telah berkembang sejak lama. Ukiran ini biasanya dibuat dari kayu lunak seperti kayu trembesi, kayu mahoni, dan kayu jati. Motif yang paling umum digunakan dalam ukiran kayu Dharmasraya adalah motif flora dan fauna, seperti bunga, daun, hewan, dan manusia. Motif-motif ini biasanya disusun secara geometris dan simetris.
Ukiran kayu Dharmasraya biasanya digunakan untuk menghiasi berbagai macam benda, seperti rumah adat, rumah gadang, alat-alat musik tradisional, dan perabot rumah tangga. Ukiran ini juga sering dijadikan sebagai souvenir atau cinderamata bagi para wisatawan. Adapun ukiran kayu pada rumah adat Dharmasraya biasanya digunakan untuk menghiasi bagian dinding, pintu, dan jendela. Motif yang paling umum digunakan adalah motif bunga, daun, dan hewan. Ukiran ini memberikan kesan yang indah dan tradisional pada rumah adat Dharmasraya.
Sedangkan ukiran kayu pada alat musik tradisional Dharmasraya biasanya digunakan untuk menghiasi bagian badan alat musik. Motif yang paling umum digunakan adalah motif bunga, daun, dan geometrik. Ukiran ini memberikan kesan yang indah dan tradisional pada alat musik tradisional Dharmasraya. Ukiran kayu pada perabot rumah tangga Dharmasraya biasanya digunakan untuk menghiasi bagian kaki, meja, dan kursi. Motif yang paling umum digunakan adalah motif bunga, daun, dan geometrik. Ukiran ini memberikan kesan yang indah dan tradisional pada perabot rumah tangga Dharmasraya.
Ukiran kayu Dharmasraya merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan upaya-upaya untuk menjaga dan melestarikan seni ukir kayu ini. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan pelatihan kepada para pengrajin ukir kayu, menyediakan bahan baku yang berkualitas, dan memasarkan produk-produk ukir kayu ke pasar yang lebih luas.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau
