Universitas Perintis Indonesia Kampus II Bukittinggi

 

Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) Kampus II Bukittinggi. Foto: Google Maps

     Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) Kampus II Bukittinggi merupakan bagian dari Universitas Perintis Indonesia yang memiliki dua kampus utama, yaitu di Kota Padang dan Bukittinggi. Dan awal mula Universitas Perintis Indonesia Kampus II Bukittinggi dengan berdirinya Yayasan Perintis tahun 1988. Dan pada tahun 1989, didirikan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) di Padang dan Akademi Keperawatan di Bukittinggi. Dan tahun 2001, Akademi Keperawatan di Bukittinggi beralih status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Perintis Bukittinggi. Dan pada tahun 2013, STIKES Perintis Bukittinggi membuka Program Studi Sarjana Keperawatan.

      Pada tanggal 28 Juni 2020, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang dan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis di Padang bergabung menjadi Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) di Kota Padang. Dan tahun 2021, Universitas Perintis Indonesia membuka Kampus II di Bukittinggi. Kampus II Bukittinggi difokuskan untuk Program Studi Sarjana Keperawatan.

     Saat ini, Universitas Perintis Indonesia Kampus II Bukittinggi terus berkembang dengan membuka program studi baru, seperti Program Studi Profesi Ners dan Program Studi Sarjana Kebidanan. Dan Kampus II Bukittinggi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun visi dan misinya yaitu dengan visi menjadi universitas yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang ilmu kesehatan dan terapan, berkarakter kebangsaan, dan berdaya saing global. Selanjutnya memiliki misi untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan bermutu tinggi dalam bidang ilmu kesehatan dan terapan; melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan dan pembangunan masyarakat; dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url