ANAK-ANAK ZAMAN DULU MENJELAJAH KE BUKIT

 1

Anak-anak menjelajah bukit. Foto: lintasgayo.co

     Anak-anak zaman dulu suka menjelajah ke bukit. Di sana ada ba-tang-batang kalimuntiang yang tumbuh dengar liar dan buahnya boleh diambil oleh siapa saja. Selain itu pohon-pohon jambu parawe juga ba-nyak di bukit-bukit itu maka semakin sempurnalah menjelajahnya. Dan karena hobi menjelajah itu, anak-anak zaman dulu jadi suka kegiatan pramuka, tentu dengan mengikuti pramuka maka hobi menjelajahnya menjadi tersalurkan.  

     Bukit-bukit yang sering dijelajahi anak-anak zaman dahulu yaitu bukit-bukit di perbatasan antara Payobasung dengan Taram, Andaleh, dan Air Tabit. Di antara bukit-bukit itu di antaranya Bukit Hulu La-diang, Bukit Galanggang Hantu, Bukit Bonjo, Bukit Panjang, Bukit Kocik, Bukit Sambek, Bukit Sitabur, dll. Terkadang acara menjelajah itu dengan menggunakan sepeda. Maka sepeda pun diarak-araklah ke sisi bukit itu melalui jalan setapak.

     Dulu di Bukit Panjang itu, bagian wilayah Baliak Bukit Andaleh, ada tempat namanya Pintu Angin dan menjadi tujuan akhir dari mendaki. Di sana ada gua dan juga congklak. Ternyata ketika saya mempelajari dan membaca berbagai penelitian, gua-gua itu termasuk gua zaman pra sejarah. Dan di bawah Pintu Angin itu ada mata air muncul di kaki bu-kit. Ada masjid di situ. Airnya bisa langsung diminum. Dan ketika be-berapa waktu lalu saya ke sana, warga sekitar masih menjadikan air itu sebagai sumber air minum. Airnya murni dan sehat.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url