GAYA ANAK MUDA DI PAYAKUMBUH

 

Anak Muda di Payakumbuh. Foto: RS Putra

     Kota Bandung itu terkenal dengan istilah Paris Van Java yaitu Paris-nya di Pulau Jawa. Begitu pula dengan Payakumbuh, terkenal dengan istilah Paris van Sumbar atau Paris-nya di Sumatera Barat. Kenapa ti-dak! Baru saja sebuah trend sedang mode di Jakarta atau di Bandung sana maka dalam waktu dekat sudah diadopsi oleh anak-anak muda Payakumbuh. Namun hal itu dulu, tidak tahu lagi entah bagaimana se-karang. Yang namanya trend dan mode, tidak jauh-jauh amat berkutat dengan musik, pakaian, kuliner, dan gaya hidup lainnya. Dan memang, anak-anak muda Payakumbuh paling cepat menyerap perubahan itu. Tidak salah nenek moyang kita mengatakan bahwa orang Payakumbuh atau Luhak Lima Puluh ini bagaikan buminya sejuk, airnya jernih, dan ikannya jinak. Karena memang begitu, mereka selalu terbuka menerima perubahan.

     Lebih satu abad yang lalu, seorang misionaris dari Eropa menyusuri Pulau Sumatera ini untuk penelitian etnis, maka ketika tiba di Paya-kumbuh ini mereka sangat terkesima. Wanita Payakumbuh itu kulitnya lebih putih ditemuinya selama dalam perjalanan itu. Selain itu, mereka juga ramah dan sangat menghormati pendatang atau turis dari luar. Dan itu sangat berkesan oleh peneliti etnis itu.

     Begitulah Payakumbuh, jika kita melihat ke sebuah kantor atau toko, kita akan susah membedakan mana yang bos dan mana yang anak buah. Sebab mereka selalu bergaya dan berpakaian sama bagusnya. Bila kita berjalan ke pasar-pasar atau ke kafe-kafe, kita juga susah membe-dakan mana seorang bisnisman dan mana pula yang penganggur, sebab gaya mereka sama dan sama-sama berpakaian dengan harga yang sa-ma. Maka dari itu, segala hal yang berkaitan dengan mode seperti dis-tro, kafe, dan tempat gaya hidup lainnya, akan selalu dipenuhi anak muda di kota ini.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url