GEDUNG HALL BASKET LUNDANG

 

1.     

Gedung Hall di Parit Rantang. Foto: Feni Efendi

 

     Ada sebuah hall Basket di Lundang, Parit Rantang. Di zaman dulu sering sekali diadakan lomba basket antar sekolah di situ. Di gerbang pintu masuk hall ini, P.K. Ojong, yang pendiri Koran Kompas itu per-nah tinggal di rumah sebelum masuk gang ke hall itu. Ia dulu sekolah yang berlokasi di SMP Fidelis sekarang.

     Sebelum hall basket, di hall itu pernah berdiri sekolah SD yaitu SD 7 tahun 1970/80-an. Dan di zaman dulu, banyak sekali klub basket— sepertinya semua orang bisa main basket—dan pada hari ini hanya 5 buah saja klub basket yang ada di kota biru ini. Ada seorang anak toko kaset punya klub basket, ada juga anak motor main basket, Wildman namanya. Nama-nama klub lainnya seperti Win, Omega, Enigma, Kota Biru, Fantastic. Klub basket putri Payakumbuh selalu berlangganan me-dali emas di tahun 1980—1990-an. Klub jawaranya antara lain Omega, Halilintar, Blaba, Luber, Tunas Harapan, Roxy, Gasator, Sinpag, Ghost-busters, dll. “Senang sekali menjadi remaja saat itu di tengah banyak event dan tanpa gadget. Kalau nonton basket bisa berkirim sala lauak atau karupuak jariang untuk gebetan melalui anak galeh,” kata Yogi Sat-rio mengenang masa-masa remajanya menjadi atlet basket.

     Selain itu, Imri Yani mengenang tempat ini sebagai temat latihan nari sewaktu di Sanggar Tari Gonjong Limo. Juga tempat senam juga di situ di pagi Minggu, kata Shebungshu menambahkan. Sedangkan Neneng Purwanti mengingat bahwa di tempat itu ia pernah ikut lomba lagu Minang, sudah sewa baju dan make up, ternyata nomor pesertanya diun-dur untuk malam berikutnya. Sebuah kenangan sedikit pahit yang ma-kin susah dilupakan, terangnya.

     Ada lagi kenangan dari Poppy Pojan bahwa ia sering berlatih basket di situ. Kangen sala lauak, podeh-podeh, karupuak joriang, katanya. Sedang-kan Thia Ima Muthia jadi teringat ketika ia pernah ikut lomba peragaan busana dan menang di hall itu. Selain itu, Syaf Ruddin, mengatakan bahwa ia dulu latihan karate di situ sekitar tahun 1985. Anggota Pat Ban Bu dulu banyak klub karate dan silat di Payakumbuh di bawah naung-an IPSI, kenangnya.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url