STADION INDOOR TENIS PAYAKUMBUH

1.   

Stadion Indoor Tenis. Foto: Feni Efendi

     Lokasi stadion indoor lapangan tenis ini dulunya sering sebagai tem-pat diadakannya Pameran Pembangunan untuk memperingati Hari Ke-saktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober pada masa Orde Baru pe-merintahan Soeharto. Dalam  pemeran itu, ada banyak stand dari ber-bagai dinas di sini. Ada juga dari UMKM, kecamatan, dan lain-lainnya. Namun dari semua itu, stand yang paling ramai dikunjungi, apalagi oleh anak sekolah, yaitu stand yang memamerkan foto-foto. Baik itu foto tentang orang yang pernah gantung diri, korban pembunuhan, menang porda atau pon, dan lain-lain. Karena pada masa-masa itu, korban pem-bunuhan dan kriminal lainnya sangat langka terjadi.

     Kalau sudah malam biasanya ada tayangan wajib yaitu layar tancap yang ditayangkan oleh DEPPEN (Departemen Penerangan). Biasanya pemutaran film G 30 S/PKI. Dan malam-malam berikutnya adalah film kungfu Mandarin seperti Bruce Lee, Jackie Chan, dan lain-lain. Terka-dang ada juga film kolosal Indonesia yang dibintangi oleh Bari Prima atau Adfan Bangun. Atau film horor yang dibintangi Suzana.

     Di sisi jalan lapangan ini dulunya ada sebuah pohon kapuk atau pohon randu yang tinggi sekali. Pada musim kemarau daunnya me-ranggas dan buahnya yang kapas itu berjatuhan. Dan di pojok paling timur lapangan ini ada lapangan basket. Biasanya anak-anak zaman itu bermain kalahar dan bodia-bodia dari busi motor di sini. Entah sejak ka-pan pula indoor ini di bangun. Namun setiap hari raya, lokasi ini dijadikan sebagai tempat shalat hari raya.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url