LESUNG BATU UNTUK MENUMBUK PADI DAN TEPUNG
|
Lesung batu zaman dulu. Foto: docplayer.info
|
Alat penumbuk lesung itu bernama alu yang terbuat dari kayu. Alu ini menggunakan tenaga manusia. Seperti yang kita katakan tadi, me-numbuk di lesung batu dengan menggunakan alu ini dilakukan oleh perempuan dewasa. Biasanya anak-anak suka bermain ketika orang-orang tua mereka menumbuk padi di lesung batu ini. Dan setelah ber-jalannya waktu, keberadaan alu sebagai menumbuk padi ini akhirnya menggunakan kincir air yang dibuat di pinggir sungai atau bandar air yang deras. Lalu setelahnya, di tahun 1970-an ke atas, mesin heler pe-nggiling padi pun semakin banyak maka lesung-lesung padi itu sema-kin ditinggalkan.
Selain menumbuk padi, lesung batu ini juga digunakan untuk me-numbuk beras menjadi tepung sehingga bernamalah tepung itu tepung beras. Apalagi sebelum hari raya, biasanya perempuan dewasa sibuk menumbuk beras ketan untuk dijadikan beras rendang di hari raya. Namun sekarang tepung beras semakin mudah didapatkan di warung-warung sehingga perempuan dewasa nyaris tidak lagi menggunakan lesung batu itu.
Di zaman dulu, ketika ada perempuan yang hamil di luar nikah ma-ka ibu-ibu akan menumbuk di lesung batunya masing-masing. Tetapi tidak ada padi atau beras di dalamnya. Dengan kejadian seperti itu ma-ka orang laki-laki akan bertanya anak siapa pula yang sudah hamil di luar nikah. Maka dengan begitu, mamak-mamak dari perempuan itu akan menanyakan siapa laki-laki yang tekah menghamilinya. Anak perempuan dan laki-laki itu segera dinikah secepatnya. Begitulah fung-si lesung batu pada zaman dulu untuk menumbuk beras dan padi serta menjadi alat komunikasi.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau