TUKANG FOTO KELILING

 

1.      

 

Tukang foto keliling. Foto: wartaniaga.com

     Tukang foto keliling dan studio foto sangat penting di zaman dulu. Bahkan Indonesia ini adalah konsumen paling tinggi dalam membeli roll film foto di dunia. Apa saja kegiatan, nyaris semuanya dipotret.

     Biasanya ada tukang foto keliling yang menawarkan jasa memoto. Baik itu foto keluarga atau foto acara perpisahan sekolah dan lain-lain. Dan memang di zaman dulu, ketika sudah selesai pawai, kelulusan ke-las, ikuti turnamen pertandingan, maka ujung-ujungnya akan pergi ke studio foto. Pada zaman dulu studio foto yang paling dikenal yaitu adalah Victori, Nang Dewi, dan Sakura.

     Yuliani Eka Putri masih mengingat bahwa tahun 2006 harga untuk satu foto ukuran 3R di tukang foto keliling tarifnya masih Rp.4000.  Dan Columba Livia juga mengabarkan bahwa tukang foto legendaris saat itu bernama Da Tap. Belum lama ini beliau meninggal. Banyak jasanya dan ciri khasnya ia selalu memakai vespa. Ia ramah dan sabar. Rutenya ke mana-mana. Cuma ditelpon saja dia pasti datang. Rumahnya di Payo-lansek, kata Anesmen Chaniago menambahkan. Serta ada juga tukang foto yang bernama Carles, kata Dalzuarni Arni. Dan Thia Ima Muthia juga mengabarkan bahwa tukang foto langganan keluarganya adalah Om Tap dan Om Charles. Ia dan adik-adiknya hobi bergaya dan selalu menjadi incaran Om Tap. Terkadang banyak bonus foto dari beliau, katanya.

     Sedangkan Dasril Ivo mengatakan bahwa masih ada Lina yang men-jadi tukang foto dari Payobasung. Begitupun dengan Vivi Maylisa yang masih mengingat nama Pak Tap dan Mas Boy tukang foto zaman dulu. Ketika tukang foto itu datang maka kami berebut untuk melihat hasil foto yang sudah selesai dicuci itu, katanya. Begitu pula dengan She-bungshu mengenang tukang foto legendarisnya yang dipanggil Mas Boy. Ia memakai motor Asbul dan Pak Tap memakai Vespa. Tukang foto itu sering dipanggil ketika ada acara di SD dan pawai agustusan. Kalau sudah datang beliau ke rumah, hati menjadi senang dan ingin segera melihat hasil jepretannya, kata Shebungshu. Sedangkan Adhi Adrian mengabarkan bahwa di kawasan Koto Nan Ompek dan sekitar-nya ada dua orang tukang foto legendaris yaitu Datap dan Pak Ujang. Mereka berdua tinggal di Payolansek. Belum lama ini Datap dipanggil yang maha kuasa. Alfatihah untuk beliau, katanya.

 

 Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url