Menunggu Durian Jatuh di Dangau
1. Dangau durian zaman dulu. Foto: steemkr.com
Uniknya, makin malam makin ramai dangau-dangau durian di za-man itu. Ada-ada saja yang datang untuk ngerumpi dan lalu setelahnya pulang. Syukur-syukur ketika sedang negerumpi itu durian jatuh maka langsung dibelah durian itu dan dimakan bersama-sama. Dan memang, di zaman dulu, pohon-pohon durian itu selalu ditunggui dengan mem-buat dangau-dangau yang tak jauh dari pohonnya.
Terkadang ada juga orang-orang mencari durian di tengah malam ke kebun-kebun yang tak ditunggui (dijaga). Dalam perjalanan mencari durian itu, tidak sedikit peristiwa-peristiwa horor yang ditemukan. Ada katanya pernah melihat orang berjubah di bawah pohon durian itu, ada pula yang melihat beruk berantai, harimau, dan lain-lain. Konon pernah ada seseorang yang mencari durian yang tak ditunggui oleh siapapun, ketika ia melihat sebuah durian tergelatak di tanah, ia lalu memungut-nya. Tapi apa yang terjadi, di tengah perjalanan durian itu telah beru-bah seperti kepala manusia. Tentu langkah seribu gaya Joko Tingkir tiba-tiba saja dapat dikuasai malam itu.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau