Sikek Rapek, Sisir Kutu di Zaman Dulu

 

Sisir kutu di zaman dulu. Foto: merdeka.com

     Pada zaman dulu, setiap rumah nyaris memiliki sikek rapek (sisir ra-pat). Sisir ini digunakan untuk menyisir kutu. Dan anak-anak zaman dulu, baik laki-laki atau perempuan, nyaris semuanya berkutu. Terka-dang kutu-kutu itu dibasmi juga dengan kapur ajaib yang dijual di pasar. Adapula dengan cara membotaki rambut jika ia anak laki-laki. Atau dibuat gaya pangkas ala model Tintin dengan menyisakan depan-nya dan selain itu disisakan satu senti saja. Tetapi, telur kutu-kutu itu bermunculan di pangkal-pangkal rambut. Lalu memutihlah rambut itu dengan telur-telur kutu.

     Bahkan pada zaman pasca Jepang, nasib-nasib anak-anak lebih parah lagi. Kutu-kutu tidak saja di kepala tetapi juga di baju yang dipakai. Za-man dulu dinamakan tumo. Dan tumo itu juga menghisap darah manu-sia. Selain itu juga ada namanya kepinding. Biasanya di sela-sela sofa atau kasur. Kalau sudah tidur di kasur berkepinding, habis sudah ba-dan-badan ini gatal-gatal dibuatnya. Tentu hal ini tidak didapatkan lagi oleh anak-anak yang lahir di tahun 1990-an ke atas.

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url