Bakaua

 

Bakaua. Foto: IG @geoparksilokek_ranahminan 

     Bakaua atau berkaul merupakan pergi ziarah ke makam ulama-ulama keramat yang dipercaya masyarakat. Biasanya orang-orang yang terbaring lama karena sakit lalu timbul keinginan bernazar untuk berkaul ke makam syekh si fulan. Berkaul ini dipercaya untuk mendapatkan berkah dengan mendatangi makam ulama itu. Karena masyarakat percaya bahwa jasad ulama tidak akan hancur oleh tanah. Dan ulama itu akan terus hidup secara ruh sehingga siapa-siapa yang datang berziarah dan menyampaikan hajatnya maka doanya akan diaminkan oleh ruh ulama itu. Lalu dengan begitu, berkaul ini telah menjadi tradisi pula bagi masyarakat sejak zaman dulu.

     Terkadang berkaul itu ada waktunya sesuai tanggal dan bulan ulama itu meninggal. Karena maksud lain dari berkaul adalah menziarahi ulama keramat tadi karena dengan jasa-jasanya kita yang telah hidup di zaman ini telah menjadi penganut islam. Seadainya ulama-ulama itu tidak ada tentu bisa saja sekarang kita masih menyembah pohon-pohon atau batu-batu. Lalu dari aliran dari islam yang lahir belakangan ini mengatakan bahwa berkaul itu suatu perbuatan syirik dan termasuk dosa besar. Ada-ada saja!

     Ada juga keanehan dari orang-orang yang pergi berkaul ini. Misal-nya dengan mengambil tanah di makam syekh itu lalu ditaburkan ke sawah maka orang-orang percaya hasil sawahnya nanti akan berlim-pah. Ada juga yang membuat istilah bahwa jika sudah sampai berkaul ke ulama itu sebanyak 10 kali maka nilainya sudah sama dengan pergi berhaji. 

 

Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url